RAGAM
Gerhana Matahari Total Terancam Hilang, Ini Penyebabnya
AKTUALITAS.ID – Fenomena alam yang jarang disadari publik tengah terjadi: Bulan perlahan menjauh dari Bumi. Meski pergerakannya sangat lambat, dampaknya diyakini akan memengaruhi peristiwa astronomi di masa depan.
Para ilmuwan mengungkap bahwa jarak antara Bumi dan Bulan terus bertambah sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Temuan ini diperoleh melalui eksperimen Lunar Laser Ranging yang memanfaatkan reflektor yang dipasang di permukaan Bulan sejak misi Apollo.
Metode ini bekerja dengan mengirimkan sinar laser dari Bumi ke Bulan, lalu mengukur waktu pantulan kembali untuk mengetahui jarak secara akurat.
Meskipun terdengar kecil, perubahan ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan, terutama terhadap fenomena gerhana Matahari total.
Saat ini, gerhana Matahari total masih dapat terjadi karena ukuran tampak Bulan dan Matahari di langit hampir sama. Namun, seiring Bulan terus menjauh, ukurannya akan tampak semakin kecil dari Bumi.
Akibatnya, Bulan tidak lagi mampu sepenuhnya menutupi Matahari, sehingga gerhana Matahari total suatu saat akan menghilang dan hanya menyisakan gerhana cincin.
Ilmuwan NASA, Richard Vondrak, memperkirakan bahwa dalam sekitar 600 juta tahun ke depan, gerhana Matahari total akan terjadi untuk terakhir kalinya di Bumi.
“Seiring waktu, frekuensi gerhana Matahari total akan terus berkurang hingga akhirnya hilang,” ujarnya dalam sebuah kajian ilmiah.
Secara kosmik, kondisi ini terjadi karena interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan yang menyebabkan transfer energi, sehingga orbit Bulan perlahan melebar.
Meski dampaknya tidak langsung dirasakan dalam kehidupan manusia saat ini, fenomena ini menjadi pengingat bahwa tata surya terus berubah.
Perubahan kecil yang terjadi selama jutaan hingga miliaran tahun dapat membawa konsekuensi besar terhadap dinamika alam semesta, termasuk fenomena langit yang selama ini dianggap abadi. (Firmansyah/Mun)
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
DUNIA06/08/2026 21:00 WIBRudal Rusia Tewaskan Belasan Orang di Kyiv
-
DUNIA06/08/2026 18:00 WIBNetanyahu: Serang Iran Tak Butuh Restu Washington
-
EKBIS06/08/2026 20:00 WIBAirlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
NUSANTARA06/08/2026 22:00 WIBBocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Ganas
-
RAGAM07/08/2026 01:05 WIBSJA Textile Hadirkan Strategic Fabric Partner, Bantu Brand Fashion dari Awal Produksi
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini