Connect with us

RAGAM

Tidur Dekat HP Jadi Kebiasaan Buruk Generasi Digital

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Bagi banyak orang, smartphone sudah menjadi benda terakhir yang disentuh sebelum tidur dan benda pertama yang dicari saat bangun pagi. Tidak sedikit pula yang tertidur dengan ponsel masih berada di samping bantal, di atas kasur, bahkan dalam kondisi sedang diisi daya.

Padahal, kebiasaan yang dianggap sepele ini menyimpan sejumlah risiko yang kerap tidak disadari.

Mulai dari gangguan tidur, penurunan kualitas istirahat, hingga potensi bahaya akibat perangkat yang terlalu panas, semuanya bisa berawal dari satu kebiasaan sederhana: tidur terlalu dekat dengan HP.

Cahaya Layar Bisa Mengacaukan Jam Biologis

Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah terganggunya pola tidur.

Layar smartphone memancarkan cahaya biru atau blue light yang diketahui dapat menghambat produksi melatonin, hormon alami yang membantu tubuh merasa mengantuk dan bersiap untuk tidur.

Akibatnya, otak tetap berada dalam kondisi waspada meski tubuh sebenarnya sudah lelah.

Banyak orang akhirnya terus menggulir media sosial, menonton video, bermain game, atau membalas pesan tanpa sadar hingga larut malam. Kondisi ini berpotensi memicu gangguan tidur dan membuat tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Tidur Tidak Nyenyak Karena Notifikasi

Masalah lain datang dari suara dan getaran notifikasi.

Meski seseorang sudah tertidur, bunyi pesan masuk, panggilan telepon, atau notifikasi aplikasi dapat mengganggu siklus tidur dan membuat otak terus berada dalam kondisi siaga.

Akibatnya, kualitas tidur menurun meski durasi tidur terlihat cukup panjang.

Banyak orang bangun dalam kondisi lelah, sulit fokus, dan kurang segar tanpa menyadari bahwa penyebabnya adalah gangguan kecil yang terjadi sepanjang malam.

Risiko Perangkat Panas Saat Dicas

Kebiasaan menaruh HP di atas kasur sambil diisi daya juga menjadi perhatian.

Perangkat elektronik yang bekerja terus-menerus dapat menghasilkan panas. Jika ventilasi udara terhalang oleh bantal, selimut, atau kasur, suhu perangkat dapat meningkat lebih cepat.

Dalam kondisi tertentu, perangkat yang mengalami gangguan teknis atau kerusakan baterai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Karena itu, para ahli menyarankan agar ponsel tidak diletakkan di bawah bantal atau tertutup benda lain saat sedang dicas.

Soal Radiasi, Apa yang Perlu Diketahui?

Banyak perdebatan muncul mengenai radiasi ponsel.

Hingga saat ini, penelitian ilmiah belum menunjukkan bukti kuat bahwa paparan radiasi frekuensi radio dari ponsel dalam penggunaan sehari-hari secara langsung menyebabkan penyakit tertentu. Namun sejumlah peneliti masih terus mempelajari dampak paparan jangka panjangnya.

Karena itu, sebagian pakar menyarankan pendekatan sederhana: mengurangi paparan yang tidak perlu, termasuk tidak meletakkan ponsel terlalu dekat dengan tubuh sepanjang malam.

Cara Sederhana Mengurangi Risiko

Jika ingin kualitas tidur lebih baik, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan:

Simpan HP di meja atau tempat khusus yang berjarak dari tempat tidur.

Aktifkan mode senyap atau mode tidur saat malam hari.

Hindari bermain HP setidaknya 30–60 menit sebelum tidur.

Jangan mengisi daya ponsel di atas kasur atau di bawah bantal.

Gunakan jam alarm konvensional jika memungkinkan.

Di era digital, smartphone memang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun ketika waktu istirahat tiba, menjaga jarak dari layar dan notifikasi bisa menjadi salah satu investasi terbaik untuk kesehatan fisik maupun mental.

Karena terkadang, penyebab tidur tidak nyenyak bukanlah stres atau kelelahan, melainkan benda kecil yang setiap malam berada tepat di samping kepala kita. (Firman/Mun)

Continue Reading

TRENDING