DUNIA
Anak di California dan Pasien di Belanda Positif Flu Burung, Risiko Terhadap Manusia Masih Rendah
AKTUALITAS.ID – Flu burung kembali menjadi perhatian internasional setelah otoritas di Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris melaporkan kasus positif terbaru. Di California, seorang anak dilaporkan positif flu burung dengan gejala pernapasan ringan, namun keluarga yang terpapar hasil tesnya negatif.
Meskipun kasus ini menimbulkan kekhawatiran, Departemen Kesehatan Publik setempat menyatakan bahwa risiko penularan antarmanusia masih rendah, dan spesimen tes pasien telah dikirim ke Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk konfirmasi lebih lanjut.
Sementara itu, di Eropa, Belanda mengumumkan satu kasus positif flu burung di kota Putten, yang menjadi kasus pertama setelah wabah setahun lalu. Kementerian Pertanian Belanda segera memusnahkan hampir 23 ribu ayam di peternakan yang terinfeksi. Di Inggris, otoritas setempat melaporkan satu pasien positif flu burung di St Ives, yang mengakibatkan pemusnahan unggas dan penerapan zona perlindungan.
Kasus serupa juga ditemukan di Kanada, di mana seorang remaja yang dirawat di rumah sakit anak terinfeksi flu burung dan kini dalam kondisi kritis. Dinas Kesehatan Provinsi British Columbia sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber infeksi. Meskipun ada peningkatan kasus, pemerintah setempat menegaskan bahwa risiko penularan kepada masyarakat tetap rendah. (Damar Ramadhan)
-
NASIONAL23/10/2026 07:00 WIBTNI Janji Tindak Lanjut Surat KPK Soal Korupsi BNPB
-
NUSANTARA23/10/2026 08:30 WIBRelawan Karhutla Meninggal Usai Keluhkan Sakit Dada
-
JABODETABEK23/10/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ringan Mengintai 4 Wilayah Jakarta
-
OPINI23/10/2026 12:50 WIB73 Tahun KPU Menjaga Marwah Demokrasi
-
JABODETABEK23/10/2026 07:30 WIBBocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Kolam Lele Bogor
-
POLITIK23/10/2026 06:00 WIBHasto: Legitimasi Gibran Runtuh Gara-Gara Putusan MK
-
DUNIA23/10/2026 15:00 WIBNetanyahu Perintahkan Mossad Gulingkan Rezim Iran Sekarang
-
DUNIA23/10/2026 12:00 WIBAS Tarik Staf Kedutaan dari Arab Saudi Imbas Ancaman Houthi

















