NUSANTARA
Relawan Karhutla Meninggal Usai Keluhkan Sakit Dada
AKTUALITAS.ID – Duka menyelimuti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Seorang relawan bernama Nurdin meninggal dunia setelah berjibaku memadamkan kobaran api di kawasan Handil Bakti.
Peristiwa memilukan itu menyisakan kesedihan mendalam bagi rekan-rekan relawan dan keluarga yang ditinggalkan. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Nurdin disebut sempat mengeluhkan nyeri hebat di bagian dada usai terpapar asap tebal saat bertugas di lokasi kebakaran.
Salah seorang rekannya, Amat, mengungkapkan bahwa sejak awal berangkat kondisi Nurdin terlihat sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami gangguan kesehatan. Namun situasi berubah setelah keduanya terlibat langsung dalam proses pemadaman karhutla di belakang Kantor Kecamatan Handil Bakti.
“Dia mengeluhkan sakit dada, kemudian saya bilang istirahat dulu. Sambil diberi oksigen, tetapi dia tetap bilang sakit dadanya,” ujar Amat.
Melihat kondisi rekannya memburuk, Amat bersama relawan lainnya berupaya memberikan pertolongan pertama menggunakan tabung oksigen portable. Namun Nurdin masih mengalami kesulitan bernapas.
Karena ambulans belum tiba di lokasi, para relawan akhirnya menggunakan mobil BPK untuk membawa Nurdin menuju rumah sakit terdekat. Dalam perjalanan, kondisinya terus menurun.
Menurut Amat, Nurdin beberapa kali kehilangan kesadaran. Rekan-rekannya terus berusaha menyadarkannya sambil mempercepat perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
“Dia sempat mencengkeram badan saya, dia bilang kalau dadanya sakit. Kemudian saya masih berusaha menyadarkannya. Enggak lama setelah itu sampai ke rumah sakit dan dinyatakan tidak selamat,” tuturnya.
Amat juga mengungkapkan kondisi di lokasi pemadaman saat itu sangat berat. Asap pekat menyelimuti area kebakaran dan membatasi jarak pandang. Dalam kondisi tersebut, para relawan hanya menggunakan masker biasa saat melakukan pemadaman.
“Kondisi asap menebal, hanya pakai masker biasa. Kita masih tidak menyangka juga beliau meninggal, masih kaget,” katanya.
Kepergian Nurdin memicu gelombang simpati dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menyampaikan belasungkawa sekaligus menawarkan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi mengaku ikut merasakan kesedihan mendalam karena sempat berada bersama Nurdin saat melakukan penanganan karhutla di lapangan.
“Kita sama-sama beliau di lapangan. Jadi kita tentu terharu dan sedih melihat keluarga yang ditinggalkan,” ujar Bahrul.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Barito Kuala menawarkan pembangunan rumah gratis apabila keluarga almarhum bersedia pindah ke wilayah Barito Kuala. Selain itu, pemerintah daerah juga siap membantu menyediakan pekerjaan bagi istri almarhum serta memfasilitasi pendidikan ketiga anaknya melalui Sekolah Rakyat Barito Kuala.
Saat ini keluarga Nurdin masih mempertimbangkan tawaran tersebut. Sang istri, Sarini, mengaku masih berduka dan belum dapat mengambil keputusan terkait bantuan yang ditawarkan pemerintah daerah.
“Belum bisa memutuskan, masih bingung. Nanti akan segera diputuskan,” kata Sarini.
Tragedi ini menjadi pengingat keras tentang risiko besar yang dihadapi para relawan dan petugas pemadam dalam menghadapi karhutla. Selain ancaman kobaran api, paparan asap pekat dalam waktu lama juga menjadi bahaya serius yang dapat mengancam keselamatan jiwa para pejuang di garis depan pemadaman kebakaran. (Kusuma/Mun)
-
EKBIS22/10/2026 09:30 WIBIHSG 5.247 Anjlok
-
NUSANTARA22/10/2026 14:30 WIBNgeri! Nama Caleg PAN Terseret Aksi Premanisme Pukuli Mahasiswa
-
EKBIS22/10/2026 10:30 WIBRupiah Tak Mampu Melawan Dominasi Dolar
-
NASIONAL22/10/2026 19:00 WIBDPR Minta Dapur MBG Pemicu Keracunan Ditutup Selamanya
-
NASIONAL22/10/2026 10:00 WIBSurvei SMRC: 61% Publik Tidak Puas Program Makan Bergizi Gratis
-
POLITIK22/10/2026 11:00 WIBAturan Ijazah Capres-Cawapres Digugat ke MK
-
RIAU22/10/2026 19:40 WIBPolresta Pekanbaru Razia 6 Tempat Hiburan Malam, 10 Pengunjung Dites Urine
-
DUNIA22/10/2026 21:00 WIB247 Anak Jadi Korbanb Keracunan, Bos TK di China Dihukum Seumur Hidup

















