POLITIK
MK Hapus Presidential Threshold, Respon Cak Imin Maju Pilpres 2029: “Trauma Kalah”
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, merespons positif keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus presidential threshold. Keputusan ini dinilai membuka peluang baru bagi partai politik untuk mencalonkan kader terbaiknya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Cak Imin mengapresiasi langkah MK yang memutuskan presidential threshold sebesar 20% kursi DPR, sebagaimana diatur dalam Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, bertentangan dengan UUD 1945. Dengan penghapusan ambang batas ini, peta politik menuju Pilpres mendatang diprediksi akan semakin dinamis.
Namun, ketika ditanya mengenai peluangnya maju di Pilpres 2029, Cak Imin masih enggan memberikan kepastian. Dengan nada bercanda, ia mengaku masih merasakan “trauma” dari hasil Pilpres 2024.
“Apakah saya akan maju atau tidak, masih terlalu dini untuk dibahas. Pengalaman di Pilpres 2024 masih membekas. Trauma kalah, tapi belum tahu juga bagaimana rasanya kalah,” ujar Cak Imin sambil tersenyum, di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (3/1/2025).
Fokus PKB Menuju 2029
Cak Imin menegaskan bahwa saat ini PKB lebih memilih fokus mempersiapkan strategi jangka panjang, alih-alih buru-buru menentukan calon presiden. Menurutnya, penghapusan presidential threshold memberikan peluang besar bagi partai untuk memajukan kader terbaiknya, tetapi harus diiringi dengan perhitungan yang matang.
“Putusan MK ini membuka ruang yang lebih luas bagi partai seperti PKB untuk menunjukkan kualitas kadernya. Tapi, terlalu banyak calon presiden juga tidak realistis. Kita harus bijak memanfaatkan peluang ini,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran DPR dalam menindaklanjuti keputusan MK melalui revisi UU Pemilu.
“Keputusan ini harus diimplementasikan melalui perubahan undang-undang. Itu tergantung pada fraksi-fraksi di DPR untuk menyelesaikannya,” jelas Cak Imin.
Harapan Baru bagi Demokrasi
Keputusan MK yang final dan mengikat ini disambut baik oleh berbagai kalangan sebagai angin segar bagi demokrasi Indonesia. Dengan dihapusnya presidential threshold, peluang munculnya pemimpin-pemimpin baru di tingkat nasional semakin terbuka lebar.
Pilpres 2029 pun diprediksi akan menjadi ajang persaingan yang lebih beragam, memberikan kesempatan bagi partai-partai politik untuk berkontribusi lebih signifikan dalam proses demokrasi. PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin kini bersiap menghadapi tantangan baru di kancah politik nasional.
“Dengan keputusan ini, kami optimistis dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi bangsa. Namun, langkah kami harus direncanakan dengan baik,” pungkasnya. (KAISAR/RIHADIN)
-
RIAU28/06/2026 11:59 WIBBupati Kasmarni Serahkan Piala Bergilir MTQ Riau, Target Bengkalis Rebut Kembali Gelar Juara
-
OASE28/06/2026 05:00 WIBRasulullah Teladan Akhlak Terbaik
-
RIAU28/06/2026 16:20 WIBPolda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
-
DUNIA28/06/2026 15:00 WIBBaru Teken Damai, Langit Lebanon Dibom Israel
-
NASIONAL28/06/2026 16:00 WIBKomisi I: Peserta SPPI Disiapkan Jadi Manajer Pembangunan, Bukan Prajurit Tempur
-
POLITIK28/06/2026 16:43 WIBMeski Didukung Jokowi, Tidak Jaminan PSI akan Jadi Partai Besar
-
RAGAM28/06/2026 11:30 WIBStudi Lama Ungkap Dugaan Hajar Aswad Berasal dari Meteorit
-
DUNIA28/06/2026 08:00 WIBKomandan Rusia Beri Ultimatum Maut ke Putin

















