Connect with us

EKBIS

Tarif AS Jadi Momok, Prabowo Siapkan Tiga ‘Tameng’ Ekonomi Indonesia

Aktualitas.id -

Presiden Prabowo Subianto (channel Youtube Sekretariat Presiden)

AKTUALITAS.ID – Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) hari ini membeberkan tiga langkah strategis yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengantisipasi dan menghadapi berbagai gejolak ekonomi global, termasuk dampak dari kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Amerika Serikat.

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO, Noudhy Valdryno, menjelaskan kepada wartawan di Jakarta pada Kamis (3/4) bahwa ketiga langkah tersebut meliputi perluasan mitra dagang Indonesia, percepatan hilirisasi sumber daya alam, dan penguatan resiliensi konsumsi dalam negeri.

“Dengan memperkuat hubungan dagang internasional, mengoptimalkan potensi sumber daya alam, dan meningkatkan konsumsi dalam negeri, Presiden Prabowo membuktikan bahwa Indonesia dapat tetap tumbuh meskipun di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” ujar Noudhy.

Pihak PCO meyakini bahwa kombinasi tiga kebijakan ini, yang diperkuat dengan strategi geopolitik yang matang, akan mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah berbagai disrupsi dan turbulensi ekonomi global.

Lebih rinci, PCO menjabarkan ketiga kebijakan Presiden Prabowo tersebut. Langkah pertama adalah memperluas mitra dagang Indonesia. Dalam minggu-minggu awal setelah pelantikannya, Presiden Prabowo telah mengajukan keanggotaan Indonesia dalam BRICS, sebuah blok ekonomi yang menguasai 40 persen perdagangan global. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah perdagangan internasional. Selain itu, keanggotaan di BRICS juga akan memperkuat perjanjian dagang multilateral yang telah ada, seperti RCEP. Indonesia juga terus berupaya bergabung dengan OECD dan melanjutkan negosiasi perjanjian dagang lainnya seperti CP-TPP, IEU-CEPA, dan I-EAEU CEPA.

Langkah kedua adalah mempercepat hilirisasi sumber daya alam. Presiden Prabowo memprioritaskan kebijakan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor Indonesia yang selama ini sering diekspor dalam bentuk bahan mentah. Salah satu langkah konkret dalam mempercepat hilirisasi adalah pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Badan ini akan bertugas mendanai dan mengelola proyek hilirisasi di berbagai sektor utama, mulai dari pertambangan hingga perkebunan dan perikanan. Dengan hilirisasi, Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing ekspor, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada investasi asing, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Langkah ketiga yang tak kalah penting adalah memperkuat daya beli dalam negeri. Presiden Prabowo berencana melakukan gebrakan melalui program-program yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat. Salah satu program unggulan adalah program makan bergizi gratis yang menargetkan 82 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2025. Selain itu, pemerintah juga berencana membentuk 80.000 Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi di tingkat desa, menciptakan jutaan lapangan pekerjaan, dan mendorong perputaran uang di daerah. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkuat fundamental perekonomian domestik, mengingat konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Dengan tiga langkah strategis ini, Presiden Prabowo menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi tantangan ekonomi global, termasuk dampak dari kebijakan tarif yang diterapkan oleh negara-negara mitra dagang. PCO meyakini bahwa langkah-langkah ini akan membawa Indonesia pada pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Mun/Ari Wibowo)

TRENDING