NASIONAL
Istana Pastikan Rencana Penetapan Soeharto Sebagai Pahlawan Sesuai dengan Ketentuan
AKTUALITAS.ID – Istana Kepresidenan memastikan bahwa rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto telah melalui prosedur resmi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini disampaikan Juru Bicara Presiden sekaligus Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta.
Prasetyo menegaskan, seluruh mekanisme penetapan gelar pahlawan nasional telah dijalankan sesuai aturan. Ia mengimbau masyarakat untuk menyikapi dinamika pro dan kontra dengan bijaksana.
“Mengenai gelar pahlawan itu, tentunya melalui semua prosedur. Bahwa ada pro-kontra, ada yang setuju dan tidak, itu bagian dari aspirasi,” ujar Prasetyo Hadi.
Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, namun publik diharapkan tetap melihat jasa dan kontribusi para pemimpin bangsa secara objektif.
“Kita harus melihat sisi positif dari para pemimpin bangsa, termasuk jasa-jasa yang telah mereka berikan selama masa pengabdian,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa almarhum Presiden Soeharto telah memenuhi seluruh syarat untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional yang akan diumumkan pada Hari Pahlawan Nasional, 10 November 2025.
Fadli yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) menjelaskan bahwa penetapan tersebut didasarkan pada kajian dan penelitian mendalam dari berbagai tingkat pemerintahan, mulai dari daerah hingga pusat.
“Prosesnya berlapis, mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Semua hasilnya menunjukkan bahwa Soeharto memenuhi seluruh syarat yang ditetapkan,” ungkap Fadli.
Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa salah satu alasan kuat pengusulan gelar pahlawan untuk Soeharto adalah perannya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, sebuah peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia.
“Pak Harto sebagai Komandan Serangan Umum 1 Maret punya jasa besar dalam perang mempertahankan kemerdekaan. Serangan itu membuktikan bahwa Republik Indonesia masih ada dan berjuang,” jelasnya.
Selain itu, Fadli juga menyinggung peran Soeharto dalam operasi pembebasan Irian Barat dan berbagai operasi militer lainnya yang turut memperkuat kedaulatan Indonesia.
“Banyak kontribusi yang beliau berikan dalam menjaga keutuhan dan kemerdekaan bangsa,” pungkasnya.
Dengan demikian, pemerintah memastikan proses penetapan gelar pahlawan nasional dilakukan secara transparan, objektif, dan berdasarkan rekam jejak perjuangan tokoh yang diusulkan. (Wibowo/Mun)
-
NASIONAL28/03/2026 20:30 WIBMantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia
-
DUNIA28/03/2026 18:30 WIBTeknis Pembebasan 2 Kapal Indonesia dari Selat Hormuz, Mulai Dibahas
-
DUNIA28/03/2026 15:00 WIBKomandan Militer Israel Wanti-wanti IDF Bisa Ambruk di Tengah Perang Iran
-
EKBIS28/03/2026 19:00 WIBAmran: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat
-
NASIONAL28/03/2026 14:00 WIBKPK Disebut Abaikan Permintaan MCU Immanuel Ebenezer
-
OTOTEK28/03/2026 14:30 WIBTikTok Siapkan Fitur Aman untuk Remaja 16 Tahun
-
PAPUA TENGAH28/03/2026 19:29 WIBResmi Dilantik, Ketua IKKRO Mimika Dorong Sinergi Pembangunan
-
PAPUA TENGAH28/03/2026 16:00 WIBPatroli Intensif, Situasi Kapiraya dan Kampung Wakia Tetap Kondusif
















