POLITIK
Viral Pesan Hasto Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, PDIP: Itu Hoaks
AKTUALITAS.ID – PDI Perjuangan (PDIP) membantah adanya instruksi dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hasto Kristiyanto kepada jajaran partai untuk mengajak pihak eksternal menolak rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto. Politikus PDIP, Guntur Romli, menyatakan instruksi Hasto yang ada di grup aplikasi perpesanan instan tersebut merupakan informasi palsu.
“Soal tangkapan layar yang beredar, siapapun bisa bikin seperti itu. Itu palsu. Hanya untuk mengkambinghitamkan Sekjen (Hasto) kami saja,” kata Guntur melalui keterangannya, Selasa (11/11/2025).
Guntur menegaskan bahwa PDIP tidak perlu menginstruksikan kadernya menolak pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto karena seluruh kader PDIP secara otomatis menolaknya berdasarkan rekam jejak Soeharto pada masa lampau.
“Penolakan terhadap Soeharto itu DNA kader-kader PDI Perjuangan, karena DNA kami melawan kezaliman, pembantaian manusia, KKN, dan bela rakyat kecil. Tidak perlu nunggu instruksi bagi kader-kader PDI Perjuangan untuk menolak Soeharto,” katanya.
Sebelumnya, dunia maya diramaikan dengan beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari Hasto Kristiyanto di grup WhatsApp internal partai. Dalam screenshot yang beredar, Hasto disebut meminta jajaran partai untuk mengajak pihak eksternal menolak rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. (Wibowo/Mun)
-
NUSANTARA20/09/2026 17:00 WIBJelang Pilkades, Kantor Bupati Bekasi Digembok Warga
-
JABODETABEK20/09/2026 22:00 WIBBalap Liar di Puncak Berujung Maut
-
DUNIA20/09/2026 18:00 WIBSaudi Klaim Gagalkan Rudal Houthi
-
JABODETABEK21/09/2026 05:30 WIBBMKG Ramal Jakarta ‘Memanggang’ di Awal Pekan
-
POLITIK20/09/2026 19:00 WIBPrabowo Nyelutuk “Pakar Goblok”, Zulhas Ngakak
-
DUNIA20/09/2026 21:00 WIBIran Tetapkan 7 Syarat ke AS untuk Buka Hormuz
-
OASE21/09/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bongkar Rahasia Pertemanan
-
POLITIK21/09/2026 07:00 WIBSurya Paloh: NasDem Siap Kehilangan Kursi demi PT 7%

















