NASIONAL
Gus Hilmy: NU Harus Relevan Agar Bertahan hingga Akhir Zaman
AKTUALITAS.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hilmy Muhammad menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) harus terus relevan agar mampu bertahan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikan dalam orasi kebangsaan pada peringatan Harlah 100 Tahun NU di aula kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantul, Jumat (30/1/2026).
Gus Hilmy, sapaan akrabnya, menyebut sejak awal berdiri NU tidak hanya mengurusi persoalan keagamaan, tetapi juga kebangsaan dan kemanusiaan. Karena itu, eksistensi organisasi menuntut keberanian untuk terus hadir dan bermanfaat dalam berbagai situasi sosial.
“NU sudah berusia 100 tahun. Kita tidak hanya ingin NU hidup 100 tahun lagi, tapi hidup sampai akhir zaman. Kalau NU ingin hidup, maka harus relevan. Relevan itu artinya hadir dan melayani,” kata Gus Hilmy di hadapan pengurus NU se-Kabupaten Bantul.
Ia menekankan relevansi sebagai kunci keberlanjutan organisasi yang harus hadir dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Pada level dasar, nahdliyin sebagai santri dituntut menunjukkan akhlak sebagai identitas utama.
Untuk menggambarkan relevansi NU, Gus Hilmy menyitir lagu Lir-ilir karya Sunan Kalijaga yang dinilai masih kontekstual hingga kini. Menurutnya, makna lagu tersebut mencerminkan semangat kebangkitan dan penyebaran NU yang terus berkembang.
“Lir-ilir, lir ilir, tandure wus sumilir. Bangunlah, bangkitlah, tanaman sudah mulai berbunga. Masyarakat sudah mau ber-NU, kader-kadernya sudah menetas. Tak ijo royo-royo, NU sudah menyebar luas. Tak sengguh penganten anyar, gairahnya seperti pengantin baru,” terang Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.
Gus Hilmy mengingatkan agar NU tidak kehilangan peran di tengah kemajuan sumber daya kader yang kini banyak berkiprah sebagai insinyur, dokter, birokrat, hingga politisi. Menurut dia, kondisi tersebut harus diiringi dengan perbaikan layanan dan tata kelola organisasi yang lebih disiplin.
“Kader-kader NU berdiaspora, yang kini menempati tempat-tempat strategis menjadi sumber daya yang perlu ditata sehingga berkontribusi secara jelas, nyata, dan terorganisir,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta itu.
Ia juga menyoroti pentingnya keseriusan dalam mengelola lembaga pendidikan dan layanan kesehatan yang berada di bawah naungan NU. Gus Hilmy menilai kebanggaan memiliki sekolah atau klinik harus dibarengi pengelolaan profesional agar tidak ditinggalkan masyarakat.
“Mengenai pelayanan organisasi, kita harapkan tidak hanya bangga memiliki sekolah, klinik, tapi diurus dengan sekenanya, semaunya. Tidak ada disiplin dan kesungguhan. Maka jangan salahkan orang berpindah ke lain hati. Kita sudah tidak bisa lagi sekadar jualan bendera, tapi harus diimbangi dengan keseriusan dalam pelayanan dan pengelolaannya,” tegasnya.
Terkait peluncuran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) NU oleh PCNU Bantul, Gus Hilmy menekankan pentingnya kualitas pelayanan yang amanah, transparan, dan profesional. Menurutnya, kekuatan NU terletak pada pelayanan, bukan sekadar simbol.
Di sisi lain, Mustasyar PWNU DIY itu juga mendorong pengurus NU adaptif terhadap perkembangan teknologi untuk mendukung pengelolaan program sosial dan ekonomi agar lebih efektif.
“Penggunaan teknologi bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Koin NU dibuat barcode, pemasaran produk-produk NU melalui jejaring platform online, dan sebagainya,” kata Gus Hilmy.
Ia mengajak NU melahirkan terobosan baru yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan generasi muda, mulai dari bimbingan belajar, ruang kreativitas, hingga produksi konten digital yang mengangkat sejarah lokal dan nilai keislaman.
Dalam penutup, Gus Hilmy menekankan pentingnya sinergi antara NU, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat guna menjaga peran organisasi dalam mengawal Indonesia menuju peradaban mulia.
“Sinergi dan kolaborasi harus terus dijaga, baik internal maupun dengan berbagai pihak. Kita tidak mungkin bisa membangun negara sendiri. Kita butuh banyak orang untuk membangun negara. Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane,” pungkasnya.
-
JABODETABEK17/03/2026 18:18 WIBMenaker Yassierli Lepas Mudik Grup United Tractors, 1.545 Peserta Diberangkatkan
-
RIAU17/03/2026 16:00 WIBAparatur Desa Sudah Tiga Bulan Belum Terima Gaji
-
RIAU17/03/2026 19:13 WIBKapolri Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
-
OTOTEK17/03/2026 17:00 WIBBermesin Lebih Besar, Vespa Rilis Primavera & Sprint Baru
-
DUNIA17/03/2026 21:30 WIBTabrakan Kapal Nelayan dan Kargo, Empat Orang Meninggal Dunia
-
NASIONAL17/03/2026 17:30 WIBPolri Berlakukan One Way Sepenggal KM 70 Hingga KM 263
-
EKBIS17/03/2026 18:00 WIBPertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM dan LPG
-
PAPUA TENGAH17/03/2026 19:00 WIBTragedi di Jalan Yos Soedarso Timika, Satu Nyawa Melayang Usai Insiden Tabrakan Pagi Buta

















