DUNIA
CIA Tawarkan Jalur Komunikasi Rahasia untuk Informan di Iran
AKTUALITAS.ID – Central Intelligence Agency (CIA) dilaporkan aktif merekrut informan secara besar-besaran di Iran melalui pesan video berbahasa Farsi yang diunggah di berbagai platform media sosial.
Dalam video yang dirilis pada Selasa (24/2/2026), CIA menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat Iran. “Halo, Badan Intelijen Pusat (CIA) mendengar Anda dan ingin membantu,” demikian pernyataan dalam video tersebut, seperti dikutip dari Associated Press.
Video tersebut berisi panduan teknis bagi calon informan tentang cara menghubungi CIA secara aman. Badan intelijen Amerika Serikat itu menyarankan penggunaan jaringan pribadi virtual (VPN) guna menghindari pengawasan internet.
Selain itu, CIA juga menganjurkan penggunaan perangkat elektronik sekali pakai yang sulit dilacak, memanfaatkan peramban privat, serta menghapus riwayat pencarian untuk meminimalkan jejak digital.
Instruksi lain mencakup cara mengakses situs web publik CIA maupun jalur komunikasi melalui darknet. Sebelumnya, CIA juga pernah mengunggah pesan perekrutan serupa dalam bahasa Rusia, Korea, dan Mandarin.
Video tersebut diunggah melalui platform seperti X, Instagram, dan YouTube, dan telah ditonton jutaan kali hanya dalam beberapa jam setelah dirilis.
Langkah CIA ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan domestik di Iran, termasuk aksi demonstrasi anti-pemerintah yang digelar mahasiswa di sejumlah kampus dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, delegasi Iran dan Amerika Serikat kembali melanjutkan perundingan nuklir putaran ketiga di Jenewa, Swiss.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengembangkan senjata nuklir seperti yang dituduhkan Amerika Serikat. Ia juga menyatakan bahwa kesepakatan dapat dicapai apabila diplomasi dikedepankan.
Pemerintah Iran menegaskan akan mempertahankan kedaulatan nasionalnya, baik di dalam negeri maupun di meja perundingan internasional.
Langkah CIA merekrut informan secara terbuka melalui media sosial ini dinilai sebagai bagian dari strategi intelijen modern yang memanfaatkan ruang digital untuk memperluas jaringan informasi di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks. (Mun)
-
PAPUA TENGAH25/02/2026 20:17 WIBDiskominfo Mimika Tambah Puluhan CCTV untuk Perkuat Keamanan Timika
-
EKBIS25/02/2026 20:30 WIBDiharapkan Bisa Serap Seribu Pekerja, Tambang Ombilin Percepat Reaktivasi
-
OASE26/02/2026 05:00 WIBSurah At-Takasur: Peringatan Keras atas Persaingan Harta dan Nikmat Dunia
-
PAPUA TENGAH25/02/2026 21:00 WIBHabiskan 1,5 Miliar, Pemkab Mimika Akan Hibahkan Dua Unit Rumah Dinas Kejaksaan
-
NASIONAL25/02/2026 21:30 WIBDari Langit Yordania, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan “Ramadan Mubarak”
-
EKBIS25/02/2026 22:00 WIBIndonesia Pasar Motor Terbesar Ketiga Dunia
-
OLAHRAGA25/02/2026 21:15 WIBParuh Kedua IBL 2026, Rayvonte Rice Perkuat Kesatria Bengawan Solo
-
DUNIA25/02/2026 23:00 WIBKerahkan Drone dan Rudal, Garda Revolusi Iran Gelar Latihan Tempur

















