NASIONAL
Perang Israel-Iran Meletus, Kemenhaj Pastikan 58.873 Jemaah Umrah RI Aman
AKTUALITAS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat merespons eskalasi konflik bersenjata antara Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang pecah pada Sabtu (28/2/2026). Pemerintah mengimbau keluarga jemaah umrah di tanah air agar tetap tenang dan tidak panik.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di wilayah Arab Saudi.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengakui bahwa situasi keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada operasional penerbangan. Beberapa maskapai terpaksa melakukan perubahan rute hingga penundaan jadwal demi keselamatan.
“Pemerintah melalui Kemenhaj dan perwakilan RI terus berkoordinasi intensif untuk memastikan jemaah tetap aman. Kami imbau jemaah tidak panik dan terus berkomunikasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing,” ujar Puji Raharjo di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Puji menegaskan bahwa keselamatan warga negara Indonesia (WNI) menjadi prioritas utama. Kemenhaj terus memantau dinamika di lapangan agar setiap penyesuaian kebijakan tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan jemaah.
“Negara hadir memberikan perlindungan. Kami meminta keluarga di Indonesia tidak terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya atau hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan,” tambahnya.
Kondisi keamanan di kawasan memburuk setelah Israel dan AS melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu pagi. Serangan udara tersebut dilaporkan merusak fasilitas penting dan menyebabkan puluhan korban jiwa.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal yang menargetkan pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk, termasuk Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Situasi ini memicu kekhawatiran global akan meluasnya perang di kawasan tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenhaj memastikan akan terus memberikan update berkala mengenai skema kepulangan jemaah jika situasi udara di kawasan Timur Tengah kembali normal. (Firmansyah/Mun)
-
POLITIK19/04/2026 14:00 WIBHasto: Kritik Itu Sehat bagi Demokrasi
-
RAGAM19/04/2026 15:30 WIBDiabetes Bisa Dikendalikan dengan Pola Hidup Sehat
-
DUNIA19/04/2026 12:00 WIBMacron Ngamuk Usai Tentara Prancis Tewas di Lebanon
-
NASIONAL19/04/2026 13:00 WIBTNI Tegaskan Operasi di Papua Tak Terkait Kematian Anak
-
JABODETABEK19/04/2026 09:30 WIBPolisi Bongkar Praktik Ilegal LPG di Cileungsi
-
EKBIS19/04/2026 09:00 WIBDPR Ingatkan Kenaikan BBM Bisa Picu Efek Domino
-
NASIONAL19/04/2026 11:00 WIBPigai: Kritik Tak Bisa Dipidana
-
JABODETABEK19/04/2026 10:30 WIBJakarta Siaga Hujan Lebat Hingga 21 April

















