DUNIA
Pakar: AS Bom Pulau Kharg Karena Trump Putus Asa Hadapi Iran
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Langkah Amerika Serikat (AS) yang menggempur Pulau Kharg, pusat ekspor minyak mentah utama Iran, dinilai sebagai tanda keputusasaan Presiden Donald Trump.
Profesor ilmu politik dari Universitas Chicago, Robert Pape, menyatakan bahwa serangan masif tersebut menunjukkan Trump mulai kehilangan kendali atas situasi yang berkembang di kawasan tersebut.
Menurut Pape, sulit untuk memprediksi langkah Trump secara personal, namun pola serangannya menunjukkan indikasi kuat akan kepanikan politik.
“Apa yang dia coba lakukan adalah mendapat kembali kendali atas situasi ketika dia kehilangan kendali dari jam ke jam, hari demi hari,” ujar Pape dalam keterangannya kepada Al Jazeera, Sabtu (14/3/2026).
Pulau Kharg sendiri merupakan aset vital bagi Teheran, memproses sekitar 90 persen ekspor minyak Iran dengan kapasitas mencapai 950 juta barel per tahun. Dengan menghancurkan fasilitas ini, AS berharap bisa memutus urat nadi ekonomi Iran.
Meskipun Trump melalui akun Truth Social-nya mengklaim serangan tersebut sebagai “salah satu bom paling dahsyat dalam sejarah,” Pape memberikan penilaian berbeda dari sisi strategis.
Sejak awal, operasi gabungan AS-Israel bertujuan untuk meruntuhkan rezim dan menghancurkan program nuklir Iran. Namun, meski Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi sebelumnya, struktur kekuasaan Iran terbukti tetap kokoh.
“Dia (Trump) pikir kepemimpinan Iran akan runtuh seperti rumah kartu remi, tetapi nyatanya tidak,” kata Pape.
Justru, Iran bergerak cepat dengan menunjuk Mojtaba Khamenei, putra mendiang Khamenei, sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga untuk meneruskan perlawanan terhadap Barat.
Pape memperingatkan bahwa langkah militer ini bisa menjadi bumerang bagi ekonomi global. Jika AS mencoba mengambil alih pulau tersebut, biaya operasionalnya akan sangat membengkak.
Selain itu, kehancuran fasilitas di Pulau Kharg akan mengurangi pasokan minyak dunia secara signifikan. “Secara strategis, ini tidak terlihat seperti kemenangan. Sebaliknya, pasokan berkurang dan harga minyak akan naik,” tegasnya.
Pada Jumat lalu, lebih dari 15 ledakan besar dilaporkan mengguncang Pulau Kharg. Trump disebut ingin menjadikan aset tersebut sebagai “sandera” politik selama Iran masih menutup Selat Hormuz. (Mun)
-
NASIONAL25/06/2026 17:44 WIBKasus YTR, PPP Minta Negara Hadir Berikan Pendampingan Maksimal
-
POLITIK25/06/2026 17:00 WIBDemokrat 10 Tahun Oposisi Tanpa Main Mata dengan Kekuasaan
-
NASIONAL25/06/2026 16:16 WIBBahlil Buka Kartu! Ada 120 Sumur Minyak Baru, RI Siap Kurangi Impor BBM
-
RAGAM25/06/2026 16:00 WIBTidur Dekat HP Jadi Kebiasaan Buruk Generasi Digital
-
POLITIK25/06/2026 14:00 WIBPengamat SDI: UU Perampasan Aset Jawab Kerinduan Rakyat
-
NASIONAL25/06/2026 16:47 WIBHarga Pertamax Diprediksi Turun per 1 Juli 2026
-
EKBIS25/06/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Jeblok ke Titik Terendah
-
POLITIK25/06/2026 17:20 WIBPengamat: Pengacara Profesional akan Berpikir Ulang Bela Jokowi dalam Kasus Ijazah

















