NASIONAL
Kuasa Hukum Sebut KPK Minta CCTV Dimatikan Saat Geledah Rumah Ono Surono
AKTUALITAS.ID – Proses penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi di rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menuai sorotan. Kuasa hukum kliennya mengungkap adanya dugaan kejanggalan dalam proses tersebut.
Sahali selaku kuasa hukum menyatakan, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang tengah berjalan terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Ade Kuswara Kunang. Namun, ia menyoroti permintaan penyidik yang disebut meminta CCTV di rumah kliennya dimatikan saat penggeledahan berlangsung.
“Kami mencatat adanya kejanggalan karena penyidik meminta agar CCTV dimatikan. Ini membuat kami bertanya-tanya apa dasar hukumnya,” ujar Sahali dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, pihak kuasa hukum juga mempertanyakan tidak adanya surat izin penggeledahan dari ketua pengadilan negeri sebagaimana diatur dalam KUHAP. Mereka menilai hal tersebut menjadi catatan penting dalam proses hukum yang berlangsung.
Dalam penggeledahan yang dilakukan di kediaman Ono Surono di kawasan Batununggal, Kota Bandung, penyidik KPK disebut menyita sejumlah barang, termasuk laptop serta uang milik keluarga yang diklaim sebagai tabungan arisan.
“Barang tersebut menurut kami tidak ada kaitannya dengan perkara,” tegas Sahali.
Ia juga menambahkan bahwa saat penggeledahan berlangsung, Ono Surono tidak berada di lokasi karena sedang menjalankan kegiatan organisasi di Tasikmalaya dan Garut.
Sementara itu, Ketua RT setempat membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan oleh KPK di rumah tersebut.
Hingga saat ini, pihak KPK belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Proses penyelidikan masih terus berjalan guna mengungkap dugaan kasus korupsi yang melibatkan pejabat di wilayah Bekasi.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena menyangkut transparansi prosedur penegakan hukum serta pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah dalam setiap proses penyidikan. (Bowo/Mun)
-
NUSANTARA21/08/2026 07:30 WIBAsap Karhutla di Kalteng Picu 66 Ribu Kasus ISPA
-
NASIONAL21/08/2026 09:00 WIBMA Larang Kasasi Putusan Bebas
-
EKBIS21/08/2026 09:30 WIBIHSG Naik 22 Poin di Awal Perdagangan
-
NASIONAL21/08/2026 10:00 WIBRektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjerat OTT KPK
-
DUNIA21/08/2026 08:00 WIBIran Resmi Tandai California Jadi Milik Mereka
-
POLITIK21/08/2026 07:00 WIBDede Yusuf: Para Sekjen Parpol Sudah Bertemu Bahas RUU Pemilu
-
NUSANTARA21/08/2026 08:30 WIBNapi Sukabumi Kabur Jelang Bebas
-
JABODETABEK21/08/2026 06:30 WIBLayanan SIM Keliling DKI Jakarta Jumat 21 Agustus 2026

















