EKBIS
Gawat! Uang Warga Indonesia Rp9,1 T Hilang Setiap Hari
AKTUALITAS.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap fakta mencengangkan terkait maraknya kejahatan digital di Indonesia. Setiap hari, masyarakat dilaporkan kehilangan hingga Rp9,1 triliun akibat berbagai modus penipuan atau scam.
Kejahatan digital di Indonesia menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun setiap hari.
Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa angka tersebut berasal dari laporan masyarakat yang masuk melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC).
“Ada Rp9,1 triliun dana masyarakat yang dilaporkan hilang akibat scam, dan yang berhasil diselamatkan baru sekitar Rp432 miliar,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.
Berdasarkan data per Januari 2026, jumlah laporan pengaduan mencapai lebih dari 432 ribu kasus. Wilayah Pulau Jawa menjadi penyumbang laporan tertinggi, disusul Sumatera dan wilayah lainnya.
Modus penipuan yang paling banyak dilaporkan antara lain penipuan transaksi belanja online, panggilan palsu, investasi bodong, penipuan lowongan kerja, hingga iming-iming hadiah.
OJK juga mencatat lonjakan laporan yang signifikan, dengan rata-rata mencapai sekitar 1.000 laporan per hari. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain yang rata-rata hanya ratusan laporan per hari.
Salah satu tantangan utama dalam penanganan kasus scam adalah keterlambatan pelaporan dari korban. Sekitar 80 persen laporan baru masuk lebih dari 12 jam setelah kejadian.
Padahal, dalam praktiknya, dana hasil penipuan dapat berpindah tangan dalam waktu kurang dari satu jam, sehingga menyulitkan proses pemblokiran dan penyelamatan dana.
Selain itu, pola aliran dana juga semakin kompleks. Dana korban kini tidak hanya berpindah antar rekening bank, tetapi juga mengalir ke dompet digital, aset kripto, emas digital, hingga platform e-commerce.
Kondisi ini menuntut koordinasi lintas sektor dan peningkatan kecepatan respons dalam melakukan pemblokiran transaksi mencurigakan.
OJK mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital serta segera melaporkan setiap kejadian agar peluang penyelamatan dana dapat lebih besar di tengah meningkatnya ancaman scam di Indonesia. (Irawan/Mun)
-
JABODETABEK11/04/2026 21:30 WIBPerkuat Persatuan dan Teguhkan Identitas Jakarta di Lebaran Betawi
-
NASIONAL11/04/2026 23:00 WIBKPK Amankan Politisi PDIP yang Juga Adik Bupati Tulungagung
-
DUNIA12/04/2026 12:00 WIBIsrael Disebut Akan Ganggu Gencatan Senjata Iran dan AS
-
PAPUA TENGAH11/04/2026 22:00 WIBManajemen Freeport dan Serikat Pekerja Tandatangani PKB ke-24 Periode 2026-2028
-
RAGAM12/04/2026 00:01 WIBSoroti Temuan BNN, BPKN Dukung Larangan Vape
-
DUNIA11/04/2026 20:30 WIBUni Eropa Didesak Tangguhkan Perjanjian Asosiasi Dengan Israel
-
NASIONAL12/04/2026 09:00 WIBJadi Tersangka, Riza Chalid Didesak Pulang ke Indonesia
-
POLITIK12/04/2026 11:00 WIBBawaslu Siapkan Pengawas Hadapi Pelanggaran Berbasis Digital

















