Connect with us

NASIONAL

Prabowo Ingatkan AI dan Teknologi Nuklir Tak Selalu Membawa Manfaat,

Aktualitas.id -

alt="Presiden RI, Prabowo Subianto"
Prabowo Subianto saat memberikan pidato politiknya saat menghadiri acara deklarasi di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2023). AKTUALITAS.ID/Kiki Budi Hartawan

AKTUALITAS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi nuklir, tidak selalu menghasilkan dampak positif bagi kehidupan manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan kesiapan menghadapi risiko yang muncul agar tidak berbalik mengancam peradaban.

“Teknologi juga belum tentu selalu positif bagi manusia. Sekarang kita lihat nuklir, di satu pihak luar biasa bisa membantu manusia,” ujar Prabowo di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Menurut Pendiri partai Gerindra itu, teknologi nuklir menjadi contoh paling nyata bagaimana sebuah penemuan ilmiah dapat menghadirkan manfaat sekaligus ancaman. Di satu sisi, nuklir mampu menyediakan energi yang relatif murah dan bersih serta dimanfaatkan untuk pengobatan, pertanian, dan berbagai sektor strategis. Namun di sisi lain, teknologi tersebut juga dapat digunakan sebagai senjata pemusnah yang membahayakan umat manusia.

BACA JUGA  Pengamat Sebut Prabowo akan Rangkul Tokoh yang Berjuang di Pilpres

Selain nuklir, Prabowo menyoroti perkembangan AI yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang sangat cepat. Hampir seluruh negara berlomba mengembangkan teknologi tersebut demi meningkatkan daya saing di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pertahanan, kesehatan hingga pendidikan.

Meski demikian, dirinya mengingatkan para pengembang AI juga telah menyampaikan berbagai peringatan mengenai potensi risiko teknologi tersebut apabila berkembang tanpa pengawasan yang memadai.

“Hampir semua negara sekarang mengejar AI, tidak mau ketinggalan. Tapi bapak bapak penemu AI sendiri sudah memberi peringatan AI ini bisa menjadi repot bagi manusia,” katanya.

Presiden kemudian menyinggung kemunculan AI agent, yakni sistem kecerdasan buatan yang dirancang mampu bekerja secara mandiri untuk individu, perusahaan, organisasi, maupun pemerintah. Menurut informasi yang diterimanya, jutaan AI agent kini telah berinteraksi secara otomatis menggunakan bahasa yang hanya dipahami oleh sistem tersebut.

BACA JUGA  Raffi Ahmad Ikut Pembekalan Kabinet di Akademi Militer Magelang

“Konon sekarang sudah ada sekitar lima juta AI agent. Mereka sudah memiliki ruang percakapan sendiri dengan bahasa kode mereka sendiri. Manusia menciptakan sesuatu yang mungkin lebih hebat dari dirinya,” tutur Prabowo.

Perkembangan tersebut, lanjut Presiden, menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan tinggi. Ia meminta para guru besar, profesor, dan peneliti tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mendalami dampak sosial, ekonomi, keamanan, hingga aspek etika yang menyertainya.

Prabowo mencontohkan dominasi AI dalam berbagai bidang, termasuk kemampuan mengalahkan pecatur terbaik dunia serta menghasilkan karya yang sebelumnya hanya dapat dibuat manusia. Fenomena itu menunjukkan perubahan besar sedang berlangsung dan membutuhkan respons yang tepat dari kalangan akademisi.

BACA JUGA  FOTO: LSI Denny JA: Lapangan Pekerjaan Jadi Rapor Merah Prabowo-Gibran

“Mesin sekarang bisa membuat karya luar biasa. Karena itu para guru besar dan profesor harus mendalami perkembangan ini agar kita mampu menghadapi perubahan zaman,” ucapnya. (Purnomo)

TRENDING