Connect with us

EKBIS

IHSG Dibuka Menguat ke 5.893

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan awal pekan dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak di zona hijau sejak pembukaan perdagangan Senin (6/7/2026), memunculkan optimisme pelaku pasar setelah tekanan yang membayangi pasar dalam beberapa waktu terakhir.

IHSG dibuka di level 5.893,281, lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 5.875,78. Tak lama berselang, indeks terus menguat hingga mencapai 5.910,521 atau naik 34,740 poin (0,59 persen) pada sekitar pukul 09.25 WIB.

Sepanjang perdagangan pagi, IHSG sempat bergerak di kisaran 5.864 hingga menyentuh level tertinggi 5.935, menandakan aktivitas beli masih mendominasi pasar.

Penguatan indeks ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak positif. Tercatat 370 saham menguat, sementara 158 saham melemah dan 186 saham bergerak stagnan.

BACA JUGA  IHSG Dibuka Melemah 8 Poin ke Level 6.337

Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi telah mencapai sekitar Rp1,7 triliun dengan lebih dari 3,8 miliar lembar saham berpindah tangan dalam ratusan ribu kali transaksi. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat berada di kisaran Rp10.378 triliun.

Sentimen positif juga terlihat pada sejumlah indeks utama. Indeks LQ45 menguat sekitar 0,45 persen, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) naik sekitar 0,88 persen, menunjukkan penguatan terjadi di berbagai kelompok saham.

Meski demikian, secara jangka menengah hingga panjang, pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan. Sepanjang 2026, IHSG masih mencatat pelemahan lebih dari 31 persen, sementara dalam periode enam bulan terakhir indeks juga masih berada di zona negatif.

BACA JUGA  Awal Pekan Penuh Gejolak, IHSG Kembali Terperosok ke Zona Merah

Karena itu, penguatan pada awal pekan ini dipandang sebagai sinyal positif yang memberi ruang bagi investor untuk kembali mencermati arah pergerakan pasar. Pelaku pasar kini menunggu apakah momentum rebound tersebut mampu bertahan hingga penutupan perdagangan atau hanya menjadi penguatan sementara di tengah volatilitas yang masih tinggi. (Firman/Mun)

TRENDING