EKBIS
IHSG Anjlok Usai Dibuka Menguat
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak liar pada awal perdagangan Jumat (10/7/2026). Sempat dibuka menguat dan mencatat kenaikan signifikan, laju indeks mendadak kehilangan momentum sebelum akhirnya berbalik melemah di tengah derasnya tekanan sentimen global.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.11 WIB, IHSG turun sekitar 0,04–0,05 persen ke kisaran 5.909–5.910, setelah sebelumnya dibuka menguat di level 5.936 dan sempat menyentuh posisi tertinggi harian 5.949,99.
Pergerakan yang berbalik arah dalam waktu singkat mencerminkan tingginya kehati-hatian pelaku pasar. Meski mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona hijau, investor domestik masih memilih menahan langkah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Pada pembukaan perdagangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG sempat menguat sekitar 0,50 persen ke level 5.942,26. Saat itu sebanyak 306 saham menguat, 90 saham melemah, sementara 569 saham bergerak stagnan.
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual mulai meningkat sehingga IHSG kembali tergelincir ke zona negatif meski pelemahannya masih relatif tipis.
Di tengah fluktuasi indeks, aktivitas perdagangan berlangsung cukup tinggi. Hingga pukul 09.11 WIB, nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp1,16 triliun dengan volume perdagangan lebih dari 2 miliar saham.
Secara keseluruhan, pasar masih didominasi saham yang menguat. Lebih dari 300 saham berada di zona hijau, sekitar 160 saham melemah, sementara lebih dari 200 saham lainnya bergerak stagnan.
Pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi menekan pergerakan pasar keuangan. Memanasnya kembali konflik di Timur Tengah, meningkatnya tensi geopolitik global, peringatan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai risiko perlambatan ekonomi dunia, hingga prospek suku bunga global yang diperkirakan tetap tinggi menjadi sentimen utama yang membayangi perdagangan.
Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat investor cenderung mengambil sikap wait and see sambil menunggu perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan moneter yang dinilai akan menjadi penentu pergerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan. (Firman/Mun)
-
RIAU24/08/2026 20:30 WIBDiapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Fokus Kami Padamkan Api
-
DUNIA25/08/2026 12:00 WIBNetanyahu Diduga Sengaja Panaskan Gaza Demi Tunda Pemilu
-
DUNIA24/08/2026 18:00 WIBIran Ancam Blokir Minyak Jika Teluk Bantu AS
-
NASIONAL25/08/2026 11:00 WIBPrabowo Perintahkan Usut 4 Korporasi di Kalbar
-
NASIONAL25/08/2026 13:00 WIBBank Mandiri Kena Serbu Netizen usai Bekukan Rekening Rp80,9 Juta
-
NASIONAL24/08/2026 20:00 WIBKarhutla Mengganas, DPR Minta Instruksi Tito Dipatuhi Tanpa Tawar
-
DUNIA24/08/2026 19:00 WIBBNPB: Malaysia dan Singapura Jangan Saling Menyalahkan Soal Asap
-
NASIONAL25/08/2026 04:00 WIBDKPP Jatuhkan Sanksi Etik ke Bawaslu Intan Jaya

















