Connect with us

NUSANTARA

Empat Kabupaten Jateng Dikepung Api

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kelalaian warga dan lemahnya antisipasi bikin Jawa Tengah membara! Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membongkar fakta mengejutkan: tim gabungan kini harus pontang-panting melawan kepungan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mengamuk di empat kabupaten sekaligus.

Empat wilayah yang kini berada di pusaran bahaya tersebut adalah Klaten, Grobogan, Blora, dan Wonogiri.

Tragisnya, amukan si jago merah ini bukan semata-mata fenomena alam biasa, melainkan dipicu oleh kecorobohan fatal. Di Klaten, kebakaran melahap satu hektare area persawahan di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan pada Senin (27/7/2026). Usut punya usut, petaka ini muncul hanya gara-gara aksi nekat warga yang membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan!

BACA JUGA  Mantan Rival Gibran di Pilkada, Deklarasikan Partai Kedaulatan Rakyat di Solo

“Diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah secara tidak terkendali oleh warga,” tegas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (28/7).

Kondisi tak kalah kritis terjadi di Grobogan. Lahan seluas 3,4 hektare di Kecamatan Kedungjati dan Tanggungharjo mendadak jadi lautan api. Penyebabnya lagi-lagi sepele tapi mematikan: ulah membakar serasah bekas panen jagung di tengah terik siang bolong. Tim BPBD bahkan harus bekerja ekstra keras membuat sekat bakar demi menahan laju api agar tidak merembet melahap pemukiman.

Daftar wilayah krisis makin panjang setelah lahan tebu di Blora dan Wonogiri ikut membara. Khusus untuk Blora, ini bukan kali pertama mereka ‘kecolongan’. Sepanjang Juli saja, api sudah berulang kali mengamuk dan menghanguskan berhektare-hektare lahan.

BACA JUGA  Delapan Pasangan Bakal Calon Kepala Daerah dari PDIP di Pilkada Jateng

Rentetan bencana yang terus berulang ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Pihak BNPB pun melayangkan peringatan menohok agar Pemda Jateng tak cuma duduk manis dan segera bersiap menghadapi ancaman kemarau panjang. Peringatan dini harus dijalankan, bukan sekadar jadi formalitas di atas kertas saat api sudah terlanjur membakar habis wilayahnya! (Kusuma/Mun)

TRENDING