DUNIA
Demi Selamatkan Gaza, Hamas Sepakati Rencana Damai
AKTUALITAS.ID – Perang yang telah berbulan-bulan melanda Jalur Gaza memasuki babak baru. Hamas menyatakan menyetujui rancangan kesepakatan damai setelah melakukan konsultasi dengan berbagai faksi Palestina. Kelompok tersebut menyebut keputusan itu diambil dengan tujuan utama menghentikan penderitaan kemanusiaan dan menyelamatkan warga sipil Palestina.
Dalam wawancara dengan Al Arabiya, pejabat Hamas Dr. Ghazi Hamad mengatakan keputusan tersebut lahir di tengah situasi yang sangat berat bagi masyarakat Gaza. Menurutnya, kondisi kemanusiaan yang terus memburuk menjadi alasan utama Hamas menerima sejumlah konsesi dalam proses perundingan.
“Kami telah memilih untuk melakukan konsesi demi menyelamatkan rakyat Palestina,” kata Ghazi Hamad.
Meski demikian, Hamad menegaskan langkah tersebut bukan berarti Hamas mengubah atau meninggalkan tujuan politiknya.
“Kami tidak akan menghentikan upaya kami untuk mencapai tujuan rakyat Palestina,” tegasnya.
Hamas juga menyatakan keputusan menerima rancangan perdamaian bukan diambil secara sepihak, melainkan melalui pembahasan intensif bersama berbagai kekuatan politik Palestina.
Salah satu poin yang masih menjadi sorotan adalah persoalan persenjataan. Hamad menegaskan Hamas tidak akan menyerahkan senjata secara sepihak. Menurutnya, pembahasan mengenai perlucutan senjata hanya akan dilakukan sebagai bagian dari implementasi kesepakatan yang dijalankan secara timbal balik oleh seluruh pihak.
Ia juga menyebut rancangan perjanjian memuat ketentuan mengenai penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza berdasarkan tahapan dan jadwal yang telah dirancang dalam proses implementasi.
Rancangan kesepakatan damai itu disebut akan mulai dijalankan dalam waktu 14 hari setelah memperoleh persetujuan seluruh pihak yang terlibat. Selain penghentian operasi militer, rancangan tersebut juga mencakup pembentukan komite nasional independen untuk mengelola administrasi Gaza, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, program rekonstruksi wilayah, serta pengaturan keamanan pascakonflik.
Namun hingga kini, Israel belum menyatakan persetujuan resmi terhadap seluruh isi rancangan tersebut. Sejumlah poin penting, termasuk mekanisme pengerahan pasukan internasional, pengaturan keamanan, dan jadwal penarikan pasukan Israel, masih berada dalam tahap pembahasan.
Pernyataan Hamas menjadi sinyal penting dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung. Meski jalan menuju perdamaian mulai terbuka, implementasi kesepakatan masih bergantung pada keputusan seluruh pihak, termasuk Israel, terhadap rancangan akhir perjanjian tersebut. (Mun)
-
RAGAM17/09/2026 13:30 WIBCDC: 48 Negara Bagian Laporkan Lonjakan COVID
-
NASIONAL17/09/2026 17:00 WIBBakom RI: Prabowo Gagas Akademi Khusus Pejabat
-
NASIONAL17/09/2026 09:00 WIBAndina Dorong Revitalisasi BTS di Kalteng
-
RIAU17/09/2026 15:30 WIBSindikat SIM Palsu Dibongkar, Tiga Pejabat Polres Siak Diberikan Penghargaan
-
POLITIK17/09/2026 06:00 WIBKetum Parpol Diam-Diam Sepakat PT 5%
-
JABODETABEK17/09/2026 06:30 WIBKamis! SIM Keliling Buka di 5 Titik
-
POLITIK17/09/2026 13:00 WIBPDIP: Syarat Parlemen 5% Biar Gampang Atur Kuasa
-
NUSANTARA17/09/2026 08:30 WIBBandung Diguncang 26 Kali Gempa dalam 12 Jam

















