Connect with us

OASE

Alquran Jadi Obat Segala Penyakit

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.IDUcapan kasar, hinaan, atau perkataan yang menyakitkan terkadang mampu membuat hati terluka. Dalam kondisi seperti itu, seseorang bisa terdorong membalas dengan kemarahan.

Namun, Al-Qur’an mengajarkan umat Islam untuk tidak mudah terpancing. Kesabaran, zikir, salat, dan mengingat Allah SWT menjadi jalan yang ditekankan ketika menghadapi perkataan yang menyakitkan.

Sejumlah ayat Al-Qur’an bahkan secara langsung mengingatkan tentang bagaimana menghadapi ucapan buruk dari orang lain.

1. Al-Hijr Ayat 97-98

Salah satu pengingat tersebut terdapat dalam QS Al-Hijr ayat 97-98.

Ayat ini menggambarkan kondisi ketika perkataan orang lain membuat dada terasa sempit. Allah kemudian mengarahkan Nabi Muhammad SAW untuk bertasbih dengan memuji-Nya dan menjadi bagian dari orang-orang yang bersujud.

Pesannya jelas: ketika perkataan orang lain membuat hati tertekan, jangan menjadikan amarah sebagai satu-satunya respons.

Menghadirkan kembali hubungan dengan Allah melalui zikir dan salat menjadi salah satu cara yang diajarkan untuk menghadapi tekanan batin akibat ucapan manusia.

BACA JUGA  Soal Demo Pelecehan Al-Qur'an, MUI Minta RI Panggil Dubes Swedia-Norwegia

2. Al-Qaf Ayat 39

Pesan serupa terdapat dalam QS Qaf ayat 39.

Ayat tersebut mengajarkan untuk bersabar atas apa yang dikatakan orang lain sekaligus memperbanyak tasbih dan memuji Allah.

Kesabaran bukan berarti membenarkan perkataan buruk atau membiarkan seseorang berbuat semena-mena. Pesannya adalah agar seseorang tidak kehilangan kendali hanya karena ucapan orang lain.

Dengan menahan diri, seseorang dapat memilih respons yang lebih baik dan tidak ikut terjebak dalam pertengkaran.

3. Taha Ayat 130

Kemudian, QS Taha ayat 130 kembali menegaskan pentingnya bersabar terhadap perkataan orang lain.

Ayat tersebut juga mengingatkan untuk bertasbih dan memuji Allah pada berbagai waktu, dengan harapan hati memperoleh ketenangan.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa ketenangan tidak harus dicari melalui pembalasan terhadap orang yang menyakiti.

Sebaliknya, seorang Muslim diarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga ketenangan hati.

Al-Qur’an Disebut sebagai Syifa

Selain mengajarkan kesabaran, Al-Qur’an juga disebut sebagai syifa, atau penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.

BACA JUGA  Kisah Menakjubkan Jin yang Memeluk Islam setelah Mendengar Bacaan Alquran

Hal tersebut antara lain disebut dalam QS Al-Isra ayat 82, yang menjelaskan Al-Qur’an sebagai penawar dan rahmat.

Dalam QS Yunus ayat 57, Al-Qur’an juga disebut sebagai pelajaran, penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang beriman.

Sementara dalam QS Asy-Syu’ara ayat 80, Nabi Ibrahim AS menyampaikan bahwa ketika dirinya sakit, Allah-lah yang menyembuhkan.

Ayat-ayat tersebut menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, termasuk kesedihan dan tekanan batin, seorang Muslim dianjurkan kembali kepada Allah.

Sakit dan Ujian dalam Kehidupan

Al-Qur’an juga mengajarkan bahwa kehidupan manusia tidak lepas dari ujian.

Dalam QS Al-Baqarah ayat 155, Allah menjelaskan bahwa manusia akan diuji dengan berbagai keadaan, seperti rasa takut, kelaparan, serta kekurangan harta dan jiwa.

Di akhir ayat tersebut, kabar gembira diberikan kepada orang-orang yang bersabar.

Pesannya menjadi relevan ketika seseorang menghadapi perkataan yang menyakitkan. Kesulitan tidak selalu harus dijawab dengan kemarahan.

BACA JUGA  Al-Qur'an: Jangan Jadikan Harta Haram Jalan Kaya

Membalas Keburukan dengan Kebaikan

Dari rangkaian ayat tersebut, terdapat satu pesan kuat: jangan membiarkan ucapan buruk orang lain mengendalikan diri.

Membalas keburukan dengan kebaikan merupakan sikap yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Membaca dan merenungkan ayat Al-Qur’an dapat menjadi sarana untuk menenangkan hati sekaligus mengingatkan diri agar tidak terbawa emosi.

Harapannya, ketika menghadapi perkataan buruk, seorang Muslim mampu memilih kesabaran, doa, zikir, dan tindakan yang baik daripada membalas dengan keburukan.

Namun, kesabaran juga bukan berarti harus diam ketika menghadapi tindakan yang membahayakan atau merugikan. Jika diperlukan, seseorang tetap dapat mencari bantuan, meminta perlindungan, dan menempuh jalan yang tepat untuk menyelesaikan persoalan.

Pada akhirnya, ketika perkataan manusia membuat hati terluka, Al-Qur’an mengingatkan bahwa ketenangan tidak harus ditemukan melalui balas-membalas kata, tetapi melalui kesabaran dan kedekatan kepada Allah SWT. (Mun)

TRENDING