Connect with us

DUNIA

MoU Damai AS-Iran Ditangguhkan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta - ai

AKTUALITAS.ID – Harapan kedamaian di Timur Tengah runtuh seketika. Negosiasi memanas antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu total setelah kedua belah pihak saling tuduh dan menolak menyepakati kerangka waktu (time frame) perjanjian damai.

Gagalnya kompromi ini melemparkan kembali kawasan Timur Tengah ke dalam ancaman perang terbuka. Sumber pejabat senior Iran membocorkan kepada Reuters bahwa negosiasi yang ditengahi mediator internasional tidak menghasilkan kemajuan apa pun.

“Salah satu isu utama yang dibahas adalah kembalinya AS ke perjanjian sementara dan penetapan jangka waktu pelaksanaan komitmen. Sama sekali tidak ada progres dalam masalah ini,” ujar pejabat Iran tersebut tanpa aling-aling.

Retaknya negosiasi ini merupakan buntut dari manuver politik Presiden AS Donald Trump yang secara sepihak membatalkan Nota Kesepahaman (MoU) damai pada 7 Juli lalu—padahal kesepakatan tersebut baru berjalan hitungan hari sejak ditandatangani Juni. Langkah Trump disusul pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran yang membekukan total seluruh opsi perundingan.

Washington menuding Teheran mangkir dari janji untuk membuka kembali jalur vital Selat Hormuz. Sebaliknya, Teheran meradang dan menuduh AS melakukan pengkhianatan diplomasi karena enggan mencabut blokade ekonomi serta menahan pencairan aset-aset Iran yang dibekukan.

Ankara dan Islamabad sempat mengklaim adanya sinyal perpanjangan tenggat waktu 60 hari untuk menyelamatkan kesepakatan. Namun, pihak Teheran langsung menampar klaim tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan publik.

“Tidak ada perpanjangan apa pun karena perjanjian itu sendiri sudah dihancurkan AS hanya dalam waktu 48 jam setelah disepakati. Dari sudut pandang Iran, tidak ada lagi yang perlu diperpanjang,” tegas sumber tersebut.

Dengan kebuntuan yang kian meruncing dan sikap keras dari kedua belah pihak, opsi militer kini kembali membayangi kawasan, mengancam kestabilan ekonomi global dan jalur pasokan energi dunia. (Mun)

Continue Reading

TRENDING