Connect with us

EKBIS

PKS: Target 6% Jangan Hanya Angka di Atas Kertas

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ambisi Presiden Prabowo Subianto mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen dalam RAPBN 2027 menuai sorotan tajam. Kendati angka tersebut naik signifikan dari target 5,4 persen di APBN 2026, pemerintah diperingatkan agar tidak cuma obral janji di atas kertas.

Sentilan keras meluncur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua Bidang Ekuin DPP PKS sekaligus ekonom Universitas Paramadina, Handi Risza, menegaskan bahwa belanja negara jumbo sebesar Rp4.097,2 triliun tidak ada artinya jika gagal menyerap tenaga kerja dan memperkuat kelas menengah yang kian terhimpit.

“Target pertumbuhan 6 persen tidak boleh hanya ditopang dari kemampuan APBN membelanjakan anggaran. Pertumbuhan itu harus berkualitas: ciptakan lapangan kerja, turunkan kemiskinan, dan perkuat kelas menengah,” tegas Handi usai Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (18/8/2026).

BACA JUGA  PKS Minta Pemerintah Tegas Soal Peraturan untuk Lindungi Pekerja Migran

Rupiah Tembus Rp17.500, Pemerintah Ditantang Buka-Bukaan

Asumsi makroekonomi dalam RAPBN 2027 juga menyimpan celah krusial yang menantang. Dengan patok nilai tukar rupiah berada di angka Rp17.500 per dolar AS dan defisit anggaran yang membengkak hingga Rp671,2 triliun, pemerintah dinilai memikul beban fiskal yang sangat berisiko.

PKS mendesak pemerintah tidak sekadar mengandalkan konsumsi negara untuk mengerek PDB. Mesin pertumbuhan lain—mulai dari investasi swasta, ekspor, hingga daya beli UMKM—harus dibuktikan secara terukur, bukan sekadar angka proyeksi semu.

“Pemerintah harus menyampaikan secara transparan kontribusi tiap mesin pertumbuhan. Penurunan pengangguran terbuka dan perbaikan rasio Gini harus jadi kontrak kinerja utama APBN 2027. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan di dompet rakyat, bukan sekadar statistik,” pungkasnya. (Andrey/Mun)

BACA JUGA  PKS Usung Mohamad Sohibul Iman Sebagai Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta 2024

TRENDING