RAGAM
Inggit: Dari Penjara ke Gerbang Kemerdekaan
AKTUALITAS.ID – Di balik jas putih Soekarno yang gagah di podium Proklamasi, ada bau bedak, jamu, dan rokok lintingan buatan seorang perempuan Bandung.
Namanya Inggit Garnasih. Dan sejarah Indonesia berhutang terlalu banyak padanya.
Bayangkan: Soekarno masih 21 tahun, mahasiswa miskin di THS Bandung. Ia indekos di rumah Haji Sanusi. Di rumah itu ada Inggit, istri Sanusi, kembang Desa Kamasan, Banjaran, yang sudah pernah menikah dengan Patih Priangan.
Malam itu terjadi. Seperti pengakuan Soekarno sendiri pada Cindy Adams: “Aku menciumnya. Dia menciumku. Lalu aku menciumnya kembali dan kami terperangkap dalam rasa cinta.”
Dari cinta terlarang itu, mereka menikah 24 Maret 1923 di Jalan Javaveem. Soekarno menceraikan Siti Oetari, putri HOS Tjokroaminoto. Inggit menceraikan Sanusi.
Sejak itu, 20 tahun neraka dan cinta dimulai.
Soekarno ditangkap di Yogyakarta 29 Desember 1929, dijebloskan ke Banceuy lalu Sukamiskin. Siapa yang datang? Inggit.
Ia selipkan uang dalam makanan agar Soekarno bisa sogok sipir beli koran. Ia jadi kurir pergerakan. Pesan-pesan rahasia Soekarno ia tulis di kertas rokok, diikat benang merah khusus untuk relasi.
Paling gila: Inggit puasa berhari-hari agar perutnya kempes, supaya bisa selundupkan buku untuk Soekarno di balik kebayanya! Tanpa buku itu, tidak ada pledoi Indonesia Menggugat.
Untuk semua itu, Inggit harus jualan. Menjahit. Meramu jamu. Jual bedak. Jual rokok. Dari dapur sempit itulah Soekarno hidup! Sang orator besar bicara tentang bangsa, istrinya di dapur mikir besok makan apa. Pidato besar dibiayai dari jualan bedak.
Lalu dibuang ke Ende 1933, Inggit ikut. Dibuang ke Bengkulu 1938, Inggit ikut. Ia tinggalkan Bandung, tinggalkan kenyamanan, demi lelaki yang ia cintai.
Dan di Bengkulu itulah, cinta itu dibunuh.
Soekarno bertemu Fatmawati, gadis muda manis anak tokoh Muhammadiyah. Alasannya klasik: ingin keturunan.
“Aku tidak bermaksud menyingkirkanmu… engkau tetap sebagai istri yang pertama… aku mengambil istri kedua,” kata Soekarno.
Jawaban Inggit adalah harga diri seorang perempuan: TOLAK DIMADU.
1943, cerai. 1 Juni 1943 Soekarno nikahi Fatmawati. 17 Agustus 1945, yang jadi Ibu Negara adalah Fatmawati. Bukan perempuan yang 20 tahun biayai perjuangannya.
Inggit pulang ke Bandung. Kepala tegak. Tanpa Istana.
1960, Soekarno datang minta maaf ke rumah Inggit di Bandung.
Jawaban Inggit sampai hari ini masih menampar kita semua:
“Tidak usah meminta maaf, Kus. Pimpinlah negara dengan baik, seperti cita-cita kita dahulu di rumah ini.”
Tak ada dendam. Hanya cinta yang sudah selesai.
21 Juni 1970, Soekarno wafat di Wisma Yaso, kekuasaan dilucuti Soeharto. Inggit bergegas ke Jakarta. Di samping jasad Kusno-nya, ia menangis dalam Sunda: “Kus, kiranya Kus mendahului, Inggit doakan…”
Kalimatnya putus. Tangisnya pecah.
Ia bahkan memaafkan Fatmawati saat ditemui 7 Februari 1984 lewat Ali Sadikin. Dua bulan kemudian, 13 April 1984, Inggit wafat dalam usia 96 tahun. Sendiri. Sederhana.
Ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang negara yang lupa.
Kita ajarkan anak-anak Soekarno itu hebat. Tapi kita lupa ajarkan bahwa kehebatannya dibiayai dari jualan bedak seorang perempuan.
Inggit adalah akar dan air yang menghidupi pohon besar bernama Soekarno. Pohonnya kini dipuja-puja. Akarnya dilupakan.
Sudah waktunya berhenti menyebutnya “istri kedua Soekarno”. Sebut dia sebagai Tulang Punggung Proklamasi.
Jadikan Inggit Garnasih Pahlawan Nasional. Bukan karena ia istri Soekarno. Tapi karena tanpa Inggit, Soekarno mungkin tak pernah sampai ke gerbang kemerdekaan itu. (Mun)
-
NASIONAL18/08/2026 17:16 WIBAkademisi UKI: Generasi Muda Penentu Masa Depan Indonesia Emas 2045
-
NASIONAL18/08/2026 16:00 WIBEddy Soeparno Dukung Target Ekonomi 6%
-
EKBIS18/08/2026 17:00 WIBBahlil Optimis Target Migas 610 Ribu Barel Tercapai
-
RIAU18/08/2026 16:30 WIBWakapolda Riau: Operasi Kuantan Presisi Ungkap Pemodal dan Penadah PETI
-
DUNIA18/08/2026 21:00 WIBIran Ancam Serang Selat Hormuz Jika Negosiasi Gagal
-
OASE19/08/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bongkar Rahasia Keadilan Allah di Hari Kiamat
-
Berita18/08/2026 20:00 WIBBMKG : Gelombang 4 Meter Hantam Samudra Hindia
-
JABODETABEK19/08/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Jam Rawan Hujan di Jakarta Rabu

















