RIAU
Pekanbaru Tersedak Asap PM2.5 143,4
AKTUALITAS.ID – Kota Pekanbaru kembali diselimuti kabut asap pekat. Kualitas udara di Ibu Kota Provinsi Riau ini merosot tajam hingga masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat pada Selasa, (15/9/2026) pagi.
Berdasarkan data resmi Pemprov Riau, konsentrasi partikulat halus PM2.5 melonjak hingga 143,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 08.00 WIB. Angka ini menjadi alarm bahaya bagi kesehatan warga yang terpapar langsung saat beraktivitas di luar rumah.
Bau sangit asap terasa menusuk hingga ke kawasan permukiman warga. Bau menusuk ini merupakan imbas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat membakar kawasan ujung Jalan Uka, Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Binawidya, beberapa hari lalu.
Meski kobaran api telah dipadamkan, sisa-sisa asap tebal masih tertahan di udara dan terus menghantui warga dari pagi hingga malam hari.
“Di perumahan terasa sangat menyengat. Kemarin ada kebakaran lahan di ujung Jalan Uka, sekarang apinya padam tapi asapnya bertahan dari pagi sampai malam,” ujar Susianti, salah seorang warga Jalan Uka, Selasa (15/9/2026).
Pekatnya kabut asap memaksa warga kembali mengandalkan masker. Kondisi ini kian memprihatinkan bagi anak-anak usia sekolah yang masih harus mengikuti kegiatan belajar tatap muka.
Susianti menuturkan, anak-anak sekolah dasar (SD) terpaksa pergi ke sekolah di tengah kepungan udara beracun. Ia mendesak pemerintah daerah segera mengambil keputusan tegas sebelum kondisi kesehatan anak-anak makin memburuk.
“Kasihan anak masih sekolah. SD masih masuk, tapi anak-anak harus pakai masker. Kalau masih seperti ini, harapan saya sebagai orang tua, diliburkan kembali atau belajar dari rumah agar anak-anak tidak beraktivitas di tengah kabut asap,” tegasnya.
Ancaman kabut asap bukan sekadar mengganggu pandangan, melainkan sudah mulai menyerang fisik warga. Indra, warga Pekanbaru lainnya, mengaku ruang geraknya kini sangat terbatas dan gejala penyakit saluran pernapasan mulai bermunculan.
“Biasanya bebas menghirup udara segar, sekarang harus pakai masker lagi. Dampak asapnya sudah terasa, mulai dari batuk, pilek, hingga mengganggu kesehatan secara keseluruhan,” ungkap Indra.
Warga kini hanya bisa berharap penanganan titik api di berbagai wilayah Riau dilakukan lebih masif dan terukur. Di tengah kepungan asap yang belum mereda, doa agar hujan deras segera turun menjadi harapan terakhir masyarakat agar langit Pekanbaru kembali bersih.(Irawan/Mun)
-
NASIONAL15/09/2026 16:00 WIBJurnalis Hilang, Pencarian Tembus Bengkulu
-
OASE16/09/2026 05:00 WIBTernyata Ini Alasan Alam Gaib Disembunyikan dari Manusia
-
RAGAM15/09/2026 23:00 WIBBNPB: 112 Daerah Rawan, 2.150 Desa Masuk Zona Bahaya
-
NUSANTARA15/09/2026 23:00 WIBKotim Perpanjang Darurat Karhutla hingga 30 September
-
NUSANTARA15/09/2026 20:00 WIBGunung Semeru Erupsi Beruntun Disertai Gemuruh Dahsyat
-
NASIONAL15/09/2026 17:00 WIBSPBU Makassar Sempat Lumpuh? Begini Janji Manis Pertamina
-
RIAU16/09/2026 08:30 WIBNoki Loviko: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban Narkoba
-
NASIONAL16/09/2026 10:00 WIBSarifah: Jangan Sampai Korban Siber Malah Terjerat

















