Connect with us

NUSANTARA

Gempa Pagi Hari Luluhlantakkan Rumah Warga di Sumba

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kepanikan luar biasa melanda warga Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat gempa bumi dangkal berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang wilayah tersebut pada Minggu (4/10/2026) pukul 05.55 WIB atau 06.55 Wita. Kuatnya guncangan membuat warga yang masih terlelap seketika berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini direvisi menjadi M5,9 dengan kedalaman 30 kilometer. Berpusat di laut sekitar 14 hingga 29 kilometer barat daya Kodi, lindu ini dipastikan tidak berpotensi tsunami, namun daya rusaknya di daratan cukup masif.

Camat Kodi Bangedo, Elis Kaka, melaporkan bahwa guncangan dahsyat ini meluluhlantakkan puluhan rumah warga, sekolah, rumah ibadah, hingga fasilitas pemerintahan. Ia memprediksi jumlah kerusakan bisa membengkak drastis.

BACA JUGA  Luwu Timur Sulsel di Guncang Gempa M 4,1

“Yang kita takutkan kerusakan mencapai ratusan karena begitu hebatnya gempa tadi pagi. Di Kecamatan Kodi Bangedo ada 15 desa definitif dan tiga desa persiapan, hampir semua desa terdampak,” ungkap Elis. Desa-desa dengan kerusakan terparah meliputi Desa Maliti Bondo Ate, Desa Leka Ninyo, dan Desa Lete Loko, yang hanya berjarak radius 6 kilometer dari episentrum gempa.

Kerusakan serupa juga dilaporkan di Desa Pero Konda dan Desa Waikaninyo, di mana banyak tembok retak hingga struktur teras rumah warga runtuh total.

Di Kecamatan Kota Tambolaka, tepatnya di Desa Weepangali, Kepala Desa Fransiskus Umbu Gete mengonfirmasi 10 rumah warganya di Dusun II dan Dusun IV mengalami rusak berat. Meski tidak ada korban jiwa, tekanan psikologis warga sangat terasa.

BACA JUGA  Gempa M 7,2 Guncang Kepulauan Tanimbar Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

“Warga semua lari selamatkan diri karena masih trauma dengan kejadian gempa di Flores,” ujar Fransiskus.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan jatuhnya korban jiwa atau korban luka-luka. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat Daya, Stefanus Malo, menegaskan timnya masih terus bergerak di lapangan untuk memvalidasi data. Jauhnya jarak tim BPBD dari pusat gempa membuat proses inventarisasi kerusakan gedung dan fasilitas umum membutuhkan waktu ekstra.

Warga diimbau untuk tidak kembali ke dalam rumah yang struktur bangunannya telah retak atau miring, serta mewaspadai potensi gempa susulan. (Irawan/Mun)

TRENDING