Connect with us

DUNIA

Trump Serang Norwegia karena Tak Dapat Nobel Perdamaian

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi internasional setelah melontarkan kritik keras terhadap Norwegia terkait kegagalannya memperoleh Hadiah Nobel Perdamaian.

Dalam kampanye politik di Port Huron, Michigan, Minggu (25/10/2026), Trump secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan Komite Nobel Norwegia yang tahun ini tidak memilih dirinya sebagai penerima penghargaan bergengsi tersebut.

Bahkan, Trump menyebut Norwegia sebagai “negara brengsek” dan menyampaikan pernyataan yang memicu sorotan luas karena mengaitkan persoalan penghargaan Nobel dengan imigrasi.

“Terus terang, Norwegia menyebalkan. Norwegia benar-benar telah menjadi negara brengsek,” kata Trump di hadapan para pendukungnya.

Pernyataan itu muncul setelah Komite Nobel menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian 2026 kepada Navi Pillay, hakim asal Afrika Selatan yang pernah menjabat sebagai Kepala Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

BACA JUGA  Usai Divaksin Corona, 23 Lansia di Norwegia Meninggal

Trump menilai keputusan tersebut merupakan kesalahan besar. Ia bahkan menyebut keputusan Komite Nobel sebagai sesuatu yang memalukan dan merusak reputasi penghargaan tersebut.

Sejak kembali menduduki Gedung Putih pada Januari 2025, Trump memang beberapa kali secara terbuka mengutarakan keinginannya untuk memperoleh Nobel Perdamaian. Ia kerap menilai berbagai kebijakan dan manuver diplomatik yang dilakukannya layak mendapat pengakuan internasional.

Dalam pidato yang sama, Trump kembali memancing kontroversi ketika berbicara mengenai kebijakan imigrasi Amerika Serikat.

“Saya tidak menginginkan siapa pun dari Norwegia karena saya tidak mendapatkan Hadiah Nobel,” ujarnya yang langsung memancing reaksi publik.

Meski demikian, hingga saat ini tidak ada kebijakan resmi Pemerintah Amerika Serikat yang secara khusus menargetkan atau membatasi imigran asal Norwegia.

BACA JUGA  Kecewa Tak Dapat Nobel Perdamaian, Trump Akui Ngotot Caplok Greenland

Pernyataan Trump segera mendapat perhatian dari pemerintah Norwegia. Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, menegaskan bahwa Komite Nobel bekerja secara independen dan tidak berada di bawah kendali pemerintah.

“Ia sangat memahami bahwa Komite Nobel bersifat independen. Kami telah mengingatkannya akan hal itu dan prinsip tersebut tetap berlaku hingga sekarang,” kata Eide kepada media nasional Norwegia.

Komentar Trump kembali memperlihatkan ketegangan antara ambisi politik domestik dan diplomasi internasional yang kerap mewarnai masa kepemimpinannya. Meski belum berujung pada kebijakan konkret, pernyataan tersebut menjadi sorotan karena berpotensi menimbulkan gesekan diplomatik dengan salah satu sekutu dekat Amerika Serikat di Eropa.

Kontroversi ini juga menambah daftar panjang pernyataan Trump yang kerap memicu perdebatan global. Di tengah kampanye menghadapi pemilu paruh waktu yang semakin dekat, komentar terkait Nobel Perdamaian kembali menempatkan Trump dalam pusaran perhatian dunia internasional. (Mun)

BACA JUGA  FOTO: Momen Liburan Keluarga Mashudi Benarto di Oslo Norwegia

TRENDING