Connect with us

NASIONAL

Brimob Bersenjata Dobrak Ponpes Putri Jam 3 Pagi

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Pasukan Brigade Mobil (Brimob) bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama Pondok Pesantren putri di Dukuh Laban Wetan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, pada Selasa (27/10/2026) pukul 03.30 WIB. Operasi mendadak di saat para santriwati tertidur pulas ini diklaim sebagai pengembangan kasus pembakaran ‘Warung Mi dan Babi Tepi Sawah’ di Grogol pada September lalu.

Dalam operasi gabungan yang dipimpin Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan ini, sebanyak 12 santriwati—yang rata-rata masih berusia 10 hingga 16 tahun—beserta empat ustazah diangkut paksa ke Polsek Mojolaban, sebelum dipindahkan ke Polres Sukoharjo.

Sekretaris Ponpes Laban Wetan, Diyana Indah Sari, membongkar kejanggalan demi kejanggalan dalam pemeriksaan tersebut. Selama belasan jam ditahan, materi interogasi kepolisian justru melenceng jauh dari kasus pembakaran warung babi.

BACA JUGA  Bupati Sukoharjo Diduga Kena OTT

“Pertanyaan polisi fokus pada identitas, kegiatan harian, dan pelajaran apa saja yang diajarkan di pondok. Kalau pertanyaan soal warung mi babi justru tidak ada sama sekali,” tegas Diyana, Kamis (29/10/2026).

Tak hanya materi interogasi yang janggal, proses penyitaan barang di lokasi juga menimbulkan tanda tanya besar. Polisi yang awalnya mengklaim menemukan ‘senjata tajam’ ternyata menyita peralatan panahan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Aparat juga mengangkut drone, CCTV, hingga merangsek masuk ke ranah pribadi dengan menyita brankas berisi uang tabungan santri, perhiasan emas, ponsel, hingga sepeda motor milik ustazah.

Setelah diperiksa maraton tanpa ditemukan satu pun bukti keterlibatan dengan kasus perusakan warung babi, seluruh santriwati dan ustazah akhirnya dipulangkan pada pukul 19.00 WIB di hari yang sama.

BACA JUGA  Sepuluh Siswa SDN Dukuh 03 Sukoharjo Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis

Penggerebekan serupa rupanya juga dilakukan serentak terhadap ponpes putra di Dusun Temuireng, Jenawi, Karanganyar, yang berada di bawah naungan yayasan yang sama namun berbeda pengelola. Meski seluruh santri telah kembali, trauma penggerebekan dini hari itu menyisakan tanda tanya besar di masyarakat mengenai motif sesungguhnya di balik penyitaan aset pribadi dan interogasi kurikulum mengaji tersebut. (Bowo/Mun)

TRENDING