Berita
Pemerintah Spanyol Longgarkan Lockdown, 300 Ribu Orang Kembali Bekerja
Sekitar 300 ribu orang dilaporkan kembali bekerja di Madrid, Spanyol pada Senin (13/4) di tengah keputusan pemerintah untuk memberi kelonggaran penguncian wilayah (lockdown) untuk menekan infeksi virus corona. Pelonggaran in dilakukan setelah Spanyol mengharuskan warga tinggal di rumah selama dua bulan terakhir. Juru bicara pemerintah daerah Madrid mengatakan beberapa aturan lockdown telah dilonggarkan. Pekerja, khususnya […]
Sekitar 300 ribu orang dilaporkan kembali bekerja di Madrid, Spanyol pada Senin (13/4) di tengah keputusan pemerintah untuk memberi kelonggaran penguncian wilayah (lockdown) untuk menekan infeksi virus corona. Pelonggaran in dilakukan setelah Spanyol mengharuskan warga tinggal di rumah selama dua bulan terakhir.
Juru bicara pemerintah daerah Madrid mengatakan beberapa aturan lockdown telah dilonggarkan. Pekerja, khususnya di sektor konstruksi dan manufaktur yang selama in dikarantina, kini telah diizinkan kembali bekerja.
Namun sejumlah usaha seperti toko, bar, restoran, dan bisnis lain yang dianggap tidak terlalu memegang peranan penting dalam roda perekonomian negara saat ini masih ditutup.
Kendati mulai memberikan kelonggaran, Perdana Menteri Pedro Sanchez sempat mengingatkan masyarakat jika pemerintah akan tetap waspada terhadap potensi pelanggaran. Pencabutan lockdown akan dilakukan secara bertahap hingga semua aktivitas berjalan normal.
“Kita bahkan tidak tahu normalitas seperti apa yang akan dilakukan nanti. Lockdown itu sulit, namun membuka melonggarkan hingga membukanya kembali juga akan sulit,” ujar Shancez seperti dilansir CNN.
Keputusan pelonggaran kebijakan ini memicu kekhawatiran di sejumlah tempat. Serikat Buruh Umum Spanyol (GTU) menyampaikan keprihatinan terhadap keselamatan mereka yang mulai kembali bekerja.
Pengusaha diminta bertanggung jawab menyediakan peralatan perlindungan pribadi untuk para karyawan yang sudah mulai kembali bekerja.
Keputusan untuk melonggarkan lockdown dilakukan di tengah adanya laporkan kasus baru virus corona. Per Senin (13/4), Spanyol tercatat memiliki 166.831 kasus Covid-19 dengan 17.209 kematian.
Spanyol merupakan negara dengan kasus virus corona tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Di Eropa, Spanyol melampaui Italia dengan menjadi negara yang memiliki kasus Covid-19 tertinggi.
Berdasarkan data yang dirilis John Hopkins University, hingga kini Spanyol memiliki 172.541 kasus dengan 18.056 kematian.
-
OASE26/02/2026 05:00 WIBSurah At-Takasur: Peringatan Keras atas Persaingan Harta dan Nikmat Dunia
-
RIAU26/02/2026 21:00 WIBMomen Istimewa, Kapolda Riau Berikan Kado Bibit Pohon kepada Pasangan Pengantin
-
RIAU26/02/2026 19:17 WIBAnak Gajah Ditemukan Mati di Tesso Nilo, Kapolda Riau Turun ke Lokasi
-
PAPUA TENGAH26/02/2026 16:41 WIBTragis, Pencari Kepiting Diterkam Buaya di Sungai Agimuga
-
NASIONAL26/02/2026 06:00 WIBKPK Tetap Koordinasi untuk Waktu Pemeriksaan Budi Karya
-
JABODETABEK26/02/2026 05:30 WIBBMKG: Cuaca Jabodetabek 26 Februari 2026 Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
-
EKBIS26/02/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Naik, Namun Akhirnya Terpangkas 0,41%
-
POLITIK26/02/2026 07:00 WIBPDI Perjuangan: Dana MBG Rp 223,5 Triliun Diambil dari Anggaran Pendidikan

















