Berita
Demi Nyawa Warga, Sekjen PAN: Tahan Diri Kampanye Bebas
AKTUALITAS.ID – Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno, menilai wajar kekhawatiran bakal timbul klaster baru penyebaran Covid-19, bersamaan dengan pelaksanaan Pilkada 2020, di 270 wilayah Indonesia. Mengingat para paslon bakal kerap melakukan pertemuan atau pengumpulan warga di masa kampanye. “Wajar saja jika pilkada 2020 berpotensi melahirkan klaster penyebaran Covid yang baru. Jangankan di masa kampanye, […]
AKTUALITAS.ID – Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno, menilai wajar kekhawatiran bakal timbul klaster baru penyebaran Covid-19, bersamaan dengan pelaksanaan Pilkada 2020, di 270 wilayah Indonesia.
Mengingat para paslon bakal kerap melakukan pertemuan atau pengumpulan warga di masa kampanye.
“Wajar saja jika pilkada 2020 berpotensi melahirkan klaster penyebaran Covid yang baru. Jangankan di masa kampanye, di saat pendaftaran paslon ke KPUD saja, banyak yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan,” kata Eddy di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).
Eddy, merujuk pada saat pendaftaran paslon berlangsung tanggal 4-6 September 2020 lalu. Saat itu, banyak paslon terlihat mengabaikan protokol kesehatan. Di antaranya pengumpulan massa dan arak-arakan rombongan untuk pendaftaran ke KPU daerah masing-masing.
Selain itu terlihat para simpatisan jarang menggunakan masker saat proses mengantar paslon mendaftar.
“Sejatinya paslon wajib bertanggung jawab atas massa yang dibawanya dan membatasi jumlah orang yang hadir di saat pendaftaran serta mewajibkan mereka yang ikut daftar menggunakan masker secara konsekwen,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini.
Eddy mengimbau, semua paslon wajib mentaati ketentuan dari Komisi Pemelihan Umum. Yakni, membatasi mobilisasi massa dalam jumlah besar. Serta mengikuti protokol kesehatan yang ketat.
Tepatnya, saat resmi momentum kampanye yang bakal berlangsung selama 71 hari. Lalu, para calon pemimpin tersebut juga perlu menahan diri untuk berkampanye bebas demi keselamatan warganya.
“Para paslon meski memberikan contoh yang benar kepada warga dengan mentaati aturan KPU dan pemerintah tentang protokol kesehatan. Apalagi banyak diantara mereka yang kelak akan menjadi kepala daerah. Bagaimana mereka akan menjadi panutan yang baik nantinya, jika di saat sosialisasi kepada masyarakat mereka terang-terangan melakuan pelanggaran?” ujar Eddy.
Eddy, juga mendorong KPU RI memberlakukan sanksi tegas bagi para paslon yang kedapatan melanggar protokol kesehatan. Mulai dari peringatan, melarang paslon melakukan kampanye tatap muka, hingga diskualifikasi.
“Jika ada paslon yang hendak memenangkan pilkada dengan cara membahayakan kesehatan warganya, sudah selayaknya yang bersangkutan diberikan sanksi yang tegas dan berat,” pungkas anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini.
-
POLITIK07/10/2026 07:00 WIBPDIP Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen
-
NASIONAL07/10/2026 09:00 WIBSarifah Desak Batas Tegas Pengawasan Siber Negara
-
POLITIK07/10/2026 06:00 WIBBW: Gibran Mundur Lebih Terhormat
-
NUSANTARA07/10/2026 08:30 WIBGempa M5,2 Guncang Lombok Dini Har
-
NUSANTARA07/10/2026 07:30 WIBLansia 74 Tahun Tewas Saat Bakar Daun Jati di Ladang
-
DUNIA07/10/2026 08:00 WIBIsrael Susun Skenario Serangan ke Iran
-
FOTO07/10/2026 18:38 WIBFOTO: Presiden Prabowo Beri Taklimat kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri se-Indonesia
-
RIAU07/10/2026 17:30 WIBTanam Matoa, Polsek Bengkalis Ingatkan Bahaya Membakar Hutan
















