Berita
Curhat Hanya kepada Allah SWT
Ukuran tingginya tauhid seseorang adalah selalu bersandar secara utuh kepada Allah. Seorang hamba hendaknya mengutamakan Allah dalam segala urusan karena Allah adalah Rabbnya yang telah menciptakan dan memberikan segalanya. Pimpinan Majelis Taklim dan Dzikir Baitul Muhibbin, Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi berpesan, saat diri dilanda masalah dan musibah, maka Allahlah muara aduannya. Bukankah saat kita sedang […]
Ukuran tingginya tauhid seseorang adalah selalu bersandar secara utuh kepada Allah. Seorang hamba hendaknya mengutamakan Allah dalam segala urusan karena Allah adalah Rabbnya yang telah menciptakan dan memberikan segalanya.
Pimpinan Majelis Taklim dan Dzikir Baitul Muhibbin, Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi berpesan, saat diri dilanda masalah dan musibah, maka Allahlah muara aduannya. Bukankah saat kita sedang safar (bepergian) kita juga berdoa sambil mengatakan,
“Allah sebagai sahabat perjalanan kita. Maka pada saat dilanda masalah, jadikanlah Allah sahabat curhat kita. Dan mintakan solusi pada-Nya,” kata Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi saat menyampaikan pesan hikmahnya, belum lama ini.
Nabi Ya’qub as ketika mendengar berita sangat menyedihkan, yaitu anak kesayangannya Nabi Yusuf diberitakan telah dimakan oleh serigala, beliau langsung mengadu kepada Allah dan berkata,
قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Yusuf : 86)
رُوِىَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ أَصْبَحَ وَهُوَ يَشْكُو ضَيْقَ الْمَعَاشِ فَكَاَنَّمَا يَشْكُو رَبَّهُ وَمَنْ أَصْبَحَ لِأُمُوْرِ الدُّنْيَا حَزِيْنًا فَقَدْ أَصْبَحَ سَاخَطًا عَلىَ اللهِ وَمَنْ تَوَاضَعَ لِغَنِيٍّ لِغِناَهُ فَقَدْ ذَهَبَ ثُلُثَا دِيْنِهِ.
Mengutip kitab Nashaihul Ibad, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa bangun di pagi hari kemudian mengadukan kesulitannya kepada sesama (mahkluk/manusia), maka dianngap mengadukan Tuhannya (tidak rela dengan takdirnya). Dan barangsiapa merasa sedih dengan kondisi duniawinya di waktu pagi, maka dia dianggap telah membenci Allah. Dan barangsiapa merendahkan dirinya di hadapan orang kaya karena kekayaannya sungguh telah lenyap dua pertiga agamanya.”
“Tetaplah mengadu ada Allah, karena selalu ada jalan keluarnya. Barakallah fiikumm,” katanya menutup majelisnya.
-
DUNIA24/09/2026 15:00 WIBChina Sinyal J-36 Dibekali Laser Tempur
-
OTOTEK24/09/2026 14:30 WIBMalware Baru RatHat Bikin HP Tak Lagi Aman
-
NASIONAL24/09/2026 06:00 WIBGILA! Ombudsman Temukan ‘Apartemen Sultan’ di Dalam Lapas Cibinong
-
POLITIK24/09/2026 09:00 WIBDemokrat Nilai Wacana Capres 2 Fraksi Ideal
-
NASIONAL24/09/2026 11:00 WIBBNPB: 209,78 Hektare Masih Terbakar
-
NASIONAL24/09/2026 07:00 WIBGus Ipul Bantah Isu Aliran Dana di Muktamar NU
-
POLITIK24/09/2026 04:00 WIBKPU Ungkap Dasar Lolosnya Syarat Pendidikan Gibran
-
JABODETABEK24/09/2026 06:30 WIBLima Titik SIM Keliling Jakarta Siap Layani Warga

















