Berita
Usai Marak Pelecehan Seks, Kepala Gereja Katolik Jerman Mundur
Kepala Gereja Katolik di Jerman, Reinhard Marx, mengajukan pengunduran diri dari jabatan Uskup Agung Munich karena mengaku turut bertanggung jawab atas “bencana pelecehan seksual” oleh para petinggi gereja. “Intinya, penting bagi saya untuk berbagi tanggung jawab atas bencana pelecehan seksual oleh pejabat gereja selama satu dekade belakangan,” kata Marx dalam suratnya kepada Paus Fransiskus yang […]
Kepala Gereja Katolik di Jerman, Reinhard Marx, mengajukan pengunduran diri dari jabatan Uskup Agung Munich karena mengaku turut bertanggung jawab atas “bencana pelecehan seksual” oleh para petinggi gereja.
“Intinya, penting bagi saya untuk berbagi tanggung jawab atas bencana pelecehan seksual oleh pejabat gereja selama satu dekade belakangan,” kata Marx dalam suratnya kepada Paus Fransiskus yang dikutip CNN, Jumat (4/6).
Surat itu berlanjut, “Penyelidikan dan laporan selama sepuluh tahun belakangan memperlihatkan ada banyak kesalahan tak hanya personal dan administratif, tapi juga sistemis.”
Hingga saat ini, Paus Fransiskus belum memberikan tanggapan terhadap surat Marx ini. Keuskupan Agung Munich pun menyatakan bahwa Marx masih akan tetap menjabat selama menunggu respons Paus.
Menurut Keuskupan Agung Munich, Marx memang sudah menyatakan keinginan untuk mengundurkan diri dalam beberapa bulan belakangan. Marx mengaku merasa turut bertanggung jawab karena bungkam selama isu pelecehan seksual berkembang.
“Saya rasa dengan terus bungkam, tak bertindak, dan terlalu fokus pada reputasi Gereja, saya juga bersalah dan harus bertanggung jawab,” ucap Marx.
Marx mengajukan pengunduran diri ini di tengah peningkatan kecaman atas dugaan pelecehan seksual oleh para pejabat gereja.
Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa Paus sampai mengirimkan dua uskup untuk menyelidiki dugaan pengabaian kasus-kasus itu.
Kasus ini mulai menjadi perhatian sejak 2018. Saat itu, sejumlah media lokal melaporkan setidaknya ada 3.677 kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh pastor dalam periode 1946 hingga 2014.
Berdasarkan laporan itu, korban pelecehan seksual itu kebanyakan anak laki-laki, sekitar setengah di antaranya masih berusia 13 tahun ke bawah. Dari keseluruhan kasus tersebut, 1.670 di antaranya melibatkan pastor.
Dalam pertemuan di Vatican pada Februari 2019 lalu, Marx mengakui bahwa dokumen-dokumen yang membuktikan pelecehan seksual oleh pastor itu memang ada dan sudah dihancurkan.
-
JABODETABEK29/01/2026 12:30 WIBInfo Terkini Banjir Jakarta Siang Ini: Daftar RT dan Jalan Terdampak
-
JABODETABEK29/01/2026 10:30 WIBBekasi Dikepung Banjir! Cek Daftar Titik Genangan di Pondok Gede hingga Bekasi Utara
-
POLITIK29/01/2026 10:00 WIBIstana Pastikan Tidak Ada Reshuffle Kabinet dalam Waktu Dekat
-
JABODETABEK29/01/2026 08:30 WIBLuapan Ciliwung Bikin Jakarta Timur Banjir 150 CM, Ini Titik Lokasinya
-
EKBIS29/01/2026 11:30 WIBRupiah Melemah 0,32% ke Rp16.775 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
-
OTOTEK29/01/2026 13:30 WIBHP Android Dicuri, Google Perketat Keamanan dengan Fitur Anti-Maling Terbaru
-
EKBIS29/01/2026 09:30 WIBIHSG Ambruk 8% ke Level 7.654, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Pagi Ini
-
JABODETABEK29/01/2026 15:30 WIBWaspada Hujan Panjang, Pemprov DKI Putuskan PJJ dan WFH Lanjut hingga 1 Februari

















