DUNIA
Trump Kirim Ribuan Tentara AS ke Polandia
AKTUALITAS.ID – Langkah mengejutkan kembali diambil Presiden Donald Trump. Di tengah rencana pengurangan pasukan Amerika Serikat di Eropa oleh Pentagon, Trump justru mengumumkan pengerahan tambahan 5.000 tentara ke Polandia, memicu tanda tanya besar dan kegelisahan di kalangan sekutu NATO.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Trump melalui platform media sosial Truth Social, dengan alasan hubungan baiknya dengan Presiden Polandia terpilih, Karol Nawrocki.
“Berdasarkan keberhasilan pemilihan Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki… saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan tambahan 5.000 pasukan ke Polandia,” tulis Trump, Jumat (22/5/2026).
Langkah ini muncul berlawanan arah dengan kebijakan Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon yang sebelumnya mengumumkan pengurangan jumlah pasukan Brigade Combat Team (BCT) di Eropa dari empat menjadi tiga.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyebut kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap posisi militer AS di Eropa.
Menurut Pentagon, pengurangan itu akan membawa jumlah pasukan AS kembali ke level tahun 2021, meski tanpa merinci jumlah personel yang terdampak secara detail.
Namun keputusan Trump untuk justru menambah pasukan ke Polandia disebut mengejutkan sejumlah pihak, termasuk pejabat NATO yang enggan disebutkan namanya.
Dilaporkan oleh Politico, seorang pejabat Polandia dan perwakilan NATO mengaku terkejut karena langkah tersebut diambil tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan sekutu.
Militer Polandia sebelumnya bahkan telah diberitahu bahwa Pentagon membatalkan pengerahan 4.000 tentara ke negara tersebut. Namun Wakil Presiden AS, JD Vance, membantah bahwa keputusan itu dibatalkan, dan menyebutnya hanya penundaan.
Kebijakan militer AS ini juga berkaitan dengan rencana penarikan 5.000 pasukan dari pangkalan di Jerman, yang sebelumnya memicu ketegangan diplomatik.
Trump disebut semakin frustrasi dengan sikap Kanselir Jerman, Friedrich Merz, yang membuat pernyataan terkait Iran yang dinilai kontroversial oleh Washington.
Situasi ini memperlihatkan dinamika baru dalam strategi militer AS di Eropa, di mana keputusan politik dan militer tampak berjalan tidak selalu seirama, sekaligus memicu tanda tanya besar di kalangan sekutu NATO. (Mun)
-
JABODETABEK22/05/2026 09:04 WIBKonflik Ahmad Bahar dan Hercules Memanas, Putri Bahar Mengaku Diintimidasi
-
NASIONAL22/05/2026 14:00 WIBDenny JA: Jika Berhasil, Prabowo akan Dikenang sebagai Bapak Kemandirian Bangsa
-
PAPUA TENGAH22/05/2026 15:00 WIBMimika Jadi yang Tertinggi di Papua Tengah, Disdukcapil Kebut Pemutakhiran Database OAP
-
NASIONAL22/05/2026 17:00 WIBPengamat Sebut Pembatasan Masa Jabatan Kapolri Berbahaya
-
JABODETABEK22/05/2026 08:00 WIBInvestigasi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi Timur Masih Berjalan, Ini Temuan Awalnya
-
NUSANTARA22/05/2026 10:00 WIBSeleksi Koperasi Desa Merah Putih Membludak, 12.491 Peserta Ikuti Tes Mental Ideologi
-
PAPUA TENGAH22/05/2026 13:00 WIBDinkes Mimika Dorong Pencegahan Stunting Lewat Kolaborasi Tokoh Masyarakat
-
JABODETABEK22/05/2026 16:00 WIBKecelakaan KA Argo Bromo dan Commuter Line, Sopir Taksi Green SM Jadi Tersangka

















