JABODETABEK
Polisi Ungkap Titik Rawan Begal, Ini lokasinya
AKTUALITAS.ID – Jakarta masih menghadapi ancaman kejahatan jalanan sepanjang 2026. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya 171 kasus kejahatan jalanan yang meliputi pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, hingga pencurian kendaraan bermotor.
Dari ratusan kasus tersebut, aparat kepolisian menangkap 103 tersangka dan menyita sejumlah barang bukti berupa kendaraan bermotor, telepon genggam, senjata tajam, hingga senjata api.
Tingginya angka kriminalitas jalanan membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur minim penerangan, kawasan sepi, flyover, jalan dekat akses tol, hingga lokasi dengan pengawasan kamera CCTV terbatas.
Berdasarkan pemetaan kasus Polda Metro Jaya sepanjang April hingga Mei 2026, sejumlah wilayah di Jakarta masuk kategori rawan begal. Jakarta Barat menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan cukup tinggi, terutama di Jalan Arjuna Selatan kawasan Palmerah dan Kebon Jeruk, Taman Sari, sekitar Stasiun Grogol Petamburan, Duri Kepa, hingga pintu keluar Tol Rawa Buaya, Cengkareng.
Di Jakarta Selatan, kawasan Kuningan dekat TPU Menteng Pulo turut masuk daftar lokasi yang perlu diwaspadai pengendara pada malam hari.
Sementara di Jakarta Timur, titik rawan kejahatan jalanan ditemukan di Flyover Kampung Melayu, Klender, dan Duren Sawit. Adapun di Jakarta Pusat, polisi memetakan underpass Senen, Jalan Letjen Suprapto, dan kawasan Kemayoran sebagai lokasi yang kerap menjadi sasaran pelaku.
Wilayah Jakarta Utara juga tak luput dari perhatian aparat. Jalan RE Martadinata mulai dari Ancol hingga Tanjung Priok, Pluit Selatan, dan Cilincing tercatat sebagai area dengan potensi tindak kriminal jalanan yang cukup tinggi.
Selain Jakarta, wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang ikut masuk radar pengawasan kepolisian. Kawasan Jalan Raya Bogor dari Kramat Jati hingga Ciracas serta Banjir Kanal Timur (BKT) disebut rawan karena memiliki jalur panjang dengan kondisi penerangan terbatas.
Polisi menyebut pelaku begal kini menggunakan berbagai modus untuk mengincar korban. Salah satunya modus meminta alamat, ketika pelaku berpura-pura meminta petunjuk arah untuk membuat korban berhenti sebelum melancarkan aksi perampasan.
Selain itu, modus pepet dan tendang masih sering ditemukan. Pelaku biasanya membuntuti pengendara menggunakan sepeda motor, lalu mendekati korban dan menjatuhkan kendaraan sebelum mengambil barang berharga atau kendaraan.
“Lokasi seperti flyover, jalan dekat akses tol, jalur bypass, dan area minim pengawasan sering dipilih pelaku karena memudahkan melarikan diri setelah beraksi,” demikian keterangan kepolisian berdasarkan pemetaan kasus kriminal jalanan.
Polisi mengimbau masyarakat menghindari perjalanan seorang diri pada jam rawan di atas pukul 23.00 WIB, memilih jalan utama yang ramai dan terang, tidak berhenti di lokasi gelap untuk menggunakan telepon seluler, serta tetap waspada terhadap orang asing yang berupaya menghentikan kendaraan.
Kewaspadaan dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko menjadi korban kriminalitas jalanan. Dengan mengenali lokasi rawan dan modus pelaku, masyarakat diharapkan dapat lebih aman saat beraktivitas, khususnya pada malam hingga dini hari. (ARI)
-
NASIONAL21/05/2026 18:30 WIBSoroti Tata Kelola dan Anggaran Jumbo, KPK Peringatkan Prabowo
-
NUSANTARA21/05/2026 19:08 WIBGeger WNA Filipina Pakai KTP Indonesia untuk Urus Paspor
-
NUSANTARA22/05/2026 10:00 WIBSeleksi Koperasi Desa Merah Putih Membludak, 12.491 Peserta Ikuti Tes Mental Ideologi
-
DUNIA21/05/2026 20:09 WIBDeepfake AI Menyamar Jadi PM Singapura, Pebisnis Kehilangan Rp46 Miliar
-
NASIONAL21/05/2026 21:00 WIBDinkes Bekasi Dilaporkan ke KPK Terkait Pengadaan Ambulans dan Mobil Jenazah
-
JABODETABEK22/05/2026 08:00 WIBInvestigasi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi Timur Masih Berjalan, Ini Temuan Awalnya
-
JABODETABEK22/05/2026 09:04 WIBKonflik Ahmad Bahar dan Hercules Memanas, Putri Bahar Mengaku Diintimidasi
-
PAPUA TENGAH22/05/2026 13:00 WIBDinkes Mimika Dorong Pencegahan Stunting Lewat Kolaborasi Tokoh Masyarakat

















