Berita
Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Filipina Perpanjang Jam Malam di Manila Hingga 16 Agustus
Pemerintah Filipina akan memperpanjang aturan jam malam di Ibu Kota Manila hingga 16 Agustus mendatang, demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu varian Delta. “Kami hanya meminta dua pekan. Ini akan menghentikan virus untuk sementara waktu, yang penting adalah rumah sakit kami tidak penuh,” ujar Ketua Badan Pengurus Daerah, Benjamin Abalos, seperti dikutip Reuters, Senin (2/8). Pemerintah daerah […]
Pemerintah Filipina akan memperpanjang aturan jam malam di Ibu Kota Manila hingga 16 Agustus mendatang, demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu varian Delta.
“Kami hanya meminta dua pekan. Ini akan menghentikan virus untuk sementara waktu, yang penting adalah rumah sakit kami tidak penuh,” ujar Ketua Badan Pengurus Daerah, Benjamin Abalos, seperti dikutip Reuters, Senin (2/8).
Pemerintah daerah Manila sebelumnya memberlakukan jam malam mulai pukul 22.00. Namun, kini durasi jam malam ditambah dan dimajukan menjadi pukul 20.00.
Pemerintah juga mengerahkan anggota kepolisian untuk membatasi akses jalan antarkota dan antarprovinsi di pos pemeriksaan karantina Manila.
Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque, mengatakan pembatasan pergerakan penduduk dapat membantu meredam jumlah kasus aktif Covid-19, yang diperkirakan menjadi sekitar 25 ribu kasus pada September mendatang.
Pada Jumat (30/7) lalu, Roque juga mengumumkan Manila akan menerapkan lockdown mulai 6 sampai 20 Agustus mendatang. Langkah ini diambil lantaran kasus Covid-19 di Filipina masih tinggi, di kisaran 6.000-8.000 kasus per hari.
Sementara khusus di Manila, total kasus Covid mencapai 556 ribu kasus, dengan 8.331 kematian.
Lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu varian Delta juga dialami sejumlah negara di Asia. Di Filipina, ada sekitar 200 kasus varian Delta yang ditemukan, 17 di antaranya masih aktif.
Pada hari ini kasus harian Covid-19 di Filipina bertambah 8.724 kasus, dengan 127 kematian.
Sehingga secara kumulatif, kasus Covid di negara itu mencapai 1,6 juta dengan angka kematian 28.016 jiwa sejak awal pandemi.
-
RAGAM13/05/2026 13:30 WIBHantavirus Bisa Bikin Gagal Napas Akut
-
FOTO13/05/2026 17:55 WIBFOTO: Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Uang Rampasan Rp10,2 Triliun ke Negara
-
POLITIK13/05/2026 14:00 WIBDPR Buka Opsi Partai Melebur Demi Lolos Parlemen
-
NASIONAL13/05/2026 15:45 WIBKPU RI Gandeng KPP DEM untuk Tingkatkan Literasi Kepemiluan dan Demokrasi
-
NUSANTARA13/05/2026 14:30 WIBKiai Jepara Diduga Perkosa Santri Berkali-kali Usai Ritual Ijab Kabul Sepihak
-
JABODETABEK13/05/2026 15:30 WIBSatpol PP DKI Siap Sapu Pedagang Hewan Kurban di Trotoar
-
DUNIA13/05/2026 15:00 WIBIran Siap Rakit Bom Atom Jika Trump Nekat Menyerang
-
JABODETABEK14/05/2026 08:00 WIBKobaran Api Subuh Hari Tewaskan 4 Orang di Sunter Agung

















