Berita
Langgar SOP Fase 4 Program Pemulihan Negara, Barisan Nasional Didenda RM 10.000
Kantor Kesehatan Kepong Kuala Lumpur telah mengeluarkan denda senilai RM 10.000 atau Rp 34 juta kepada koalisi Barisan Nasional (BN). Denda dijatuhkan karena BN telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) Fase 4 Program Pemulihan Negara. Dalam pernyataannya di Kuala Lumpur pada Kamis (29/10), Kantor Kesehatan Kepong menyatakan denda tersebut dikeluarkan berdasarkan Undang-Undang Pencegahan dan Pengawalan […]
Kantor Kesehatan Kepong Kuala Lumpur telah mengeluarkan denda senilai RM 10.000 atau Rp 34 juta kepada koalisi Barisan Nasional (BN). Denda dijatuhkan karena BN telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) Fase 4 Program Pemulihan Negara.
Dalam pernyataannya di Kuala Lumpur pada Kamis (29/10), Kantor Kesehatan Kepong menyatakan denda tersebut dikeluarkan berdasarkan Undang-Undang Pencegahan dan Pengawalan Penyakit Menular 1988 atau Akta 342. Pada Rabu (27/10) malam Barisan Nasional telah mengadakan Peresmian Mesin Barisan Nasional Pemilihan Umum Negara Bagian Melaka di Pusat Dagang Dunia atau World Trade Center (WCT) di Jalan Putra Kuala Lumpur. Penyelenggaraan acara untuk persiapan Pemilu di Melaka tersebut diduga pesertanya melebihi kapasitas ruangan.
Barisan Nasional merupakan koalisi partai yang terdiri dari UMNO, Partai China Malaysia (MCA), dan Partai Kongres India Malaysia (MIC). Acara tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Barisan Nasional yang juga Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi dan dihadiri anggota parlemen seperti mantan perdana menteri Najib Razak serta bekas anggota Dewan Undangan Negeri (DPRD) Melaka.
Acara tersebut menggunakan dua ruangan besar di dalam gedung WTC di mana satu ruangan menggunakan layar untuk melihat jalannya acara karena ruangannya disekat dengan ruangan tempat acara karena mengikuti SOP. “Ruangan sebelah tidak bisa melihat saya sebagaimana bapak ibu melihat wajah saya. Mereka harus diberi penghargaan karena melihat dari layar,” ujar Ahmad Zahid Hamidi saat acara berlangsung.
Pemberian denda kepada Barisan Nasional ini menjadi bahan perbincangan warganet di Malaysia karena Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin dan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob berasal dari UMNO yang juga termasuk dalam koalisi. Sebelumnya Khairy telah mengeluarkan pernyataan untuk melarang pertemuan-pertemuan politik menjelang Pemilu di Melaka untuk mencegah penularan Covid-19
-
NASIONAL23/06/2026 08:30 WIBKetua BEM FH UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta dari Oknum Polisi Jelang Demo
-
POLITIK23/06/2026 16:15 WIBRoy Suryo dan Dokter Tifa Dapat Penagguhan, Analis Sebut Jokowi Tertekan
-
NASIONAL23/06/2026 17:16 WIBIstana akan Telusuri Dugaan Mahasiswa UBK Terima Uang Usai Demo dan Audiensi dengan Wapres
-
POLITIK23/06/2026 17:01 WIBDjarot: Jokowi Itu Siapkan Gibran Jadi Presiden Ketimbang Dukung Dua Periode Prabowo
-
POLITIK23/06/2026 11:00 WIBAHY Wacana Prabowo Gibran 2 Periode Masih Terlalu Dini
-
DUNIA23/06/2026 12:00 WIBAS Siapkan Rudal Tomahawk di Jepang
-
NASIONAL23/06/2026 17:30 WIBUU Polri Baru Resmi Berlaku, Polri Siapkan Aturan Turunan
-
RAGAM23/06/2026 14:30 WIBBakar Sampah Bisa Didenda Rp5 Miliar

















