Berita
TNI Bantah Pernyataan OPM yang Membunuh 13 Prajurit di Utigapa
AKTUALITAS.ID – TNI membantah pernyataan tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gusby Waker yang mengklaim pihaknya berhasil membunuh 13 prajurit TNI dalam kontak tembak selama 12 jam di Utigapa. Pernyataan tersebut tak benar dan dianggap propaganda Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut. Kapuspen TNI Mayjend TNI Sisriadi mengatakan di era digital, institusi TNI tak mungkin menutup-nutupi informasi. […]
AKTUALITAS.ID – TNI membantah pernyataan tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gusby Waker yang mengklaim pihaknya berhasil membunuh 13 prajurit TNI dalam kontak tembak selama 12 jam di Utigapa. Pernyataan tersebut tak benar dan dianggap propaganda Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut.
Kapuspen TNI Mayjend TNI Sisriadi mengatakan di era digital, institusi TNI tak mungkin menutup-nutupi informasi. Ia menegaskan TNI bukan organisasi liar seperti KKB. Kata dia, TNI adalah organisasi besar yang dikelola dengan sistem manajemen modern yang terpadu.
“Data individu personel TNI dicatat secara tertib. Perubahan data dilakukan secara periodik, sehingga pimpinan TNI dapat mengetahui kondisi setiap prajurit yang termutakhir (up to date),” kata Sisriadi, dalam keterangannya, Minggu (22/12).
Dia menambahkan, data yang terus diperbarui tersebut meliputi data pribadi dan data keluarga. Lalu, pangkat, Nomor Registrasi Prajurit (NRP), pendidikan, jabatan, data penugasan serta data lainnya. Begitupun data riwayat kesehatan yang juga tercatat dengan rapih.
“Apabila seorang prajurit meninggal dunia, datanya dicatat untuk proses pengurusan pembayaran hak-hak ahli waris serta untuk keperluan penyusunan sejarah dan doktrin,” katanya.
Menurut Sisriadi, setiap pimpinan TNI di semua tingkatan tak mungkin menyembunyikan data prajuritnya yang meninggal dunia. Hal ini baik di asrama, di rumah sakit, apalagi prajurit yang gugur di medan tugas pertempuran. Berbeda dengan KKB di Papua yang sangat mungkin menyembunyikan data.
“Kalau KKB, sangat mungkin menyembunyikan data tentang anggota mereka. Sebagaimana kita ketahui bersama, mereka adalah organisasi liar yang tidak punya data keanggotaan, asal-usul dan keluarganya tidak jelas,” ujarnya.
Sisriadi juga mengatakan, OPM bisa saja menyembunyikan identitas anggota yang tewas dalam kontak dengan Satgas Penegakan Hukum. Namun, manuver KKB selalu menuduh Satgas Penegakan Hukum membantai rakyat jika ada anggota mereka yang terbunuh dalam kontak senjata. Opini itulah yang selalu mereka ulang-ulang.
“Dapat dipastikan, bahwa pernyataan Gusby Waker tentang korban TNI oleh KKB adalah berita bohong dan merupakan bentuk propaganda. Kalau ada media yang mempublikasikan kebohongan itu tanpa konfirmasi ke institusi TNI, profesionalitas jurnalistiknya patut dipertanyakan,” ujarnya
Fakta yang sebenarnya, lanjut Sisriadi, adalah puluhan anggota OPM yang tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Penegakan Hukum tidak bisa terlaporkan karena tidak bisa diidentifikasi.
“Negara masih membuka pintu lebar-lebar bagi anggota KKB yang mau menyerahkan diri secara damai seperti rekan-rekannya yang sudah turun dan ikut membangun keluarga, bangsa dan negara,” ujarnya.
-
EKBIS09/10/2026 20:00 WIBDriver Ojol Dapat Senjata Baru Lawan Aplikator
-
JABODETABEK10/10/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Mal
-
OASE10/10/2026 05:00 WIBPasir Hitam di Al-Qur’an Ada di Ayat Ini
-
POLITIK10/10/2026 13:00 WIBDenny Indrayana Tantang Prabowo Buka Suara soal Putusan MK dan Ijazah Gibran
-
NASIONAL09/10/2026 22:00 WIBTiga Orang Tewas dalam Kontak Tembak TNI dan OPM di Maybrat
-
POLITIK10/10/2026 11:00 WIBBobby: Sekalian Saja Permasalahkan Sarjananya Gibran
-
NUSANTARA09/10/2026 23:00 WIBBadan Geologi: 405 Kecamatan Masuk Peta Potensi Banjir Bandang
-
POLITIK10/10/2026 07:00 WIBPDIP Dukung Pansus Ijazah Gibran
















