Berita
Kalau Ingin Pembatasan Sosial, Wakil Ketua DPRD DKI: Hentikan KRL
AKTUALITAS.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memilih melakukan pembatasan operasional KRL Jabodetabek ketimbang penghentian KRL selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena pandemi Corona (COVID-19). Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyebut pejabat terlalu banyak melontarkan istilah yang membuat masyarakat kebingungan. “Saya kadang resah melihat pejabat bicara bukan ini dan bukan itu. Jangan kebanyakan istilah. […]
AKTUALITAS.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memilih melakukan pembatasan operasional KRL Jabodetabek ketimbang penghentian KRL selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena pandemi Corona (COVID-19). Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyebut pejabat terlalu banyak melontarkan istilah yang membuat masyarakat kebingungan.
“Saya kadang resah melihat pejabat bicara bukan ini dan bukan itu. Jangan kebanyakan istilah. Pembatasan bukan penghentian. Warga jadi bingung. Ada situasi tertentu, menurut saya, terutama ketika krisis, kita mesti hitam-putih saja lihat masalah,” kata Zita melalui keterangan tertulis, Minggu (19/4/2020).
Zita menyebut tidak semua warga paham terkait kebijakan pembatasan KRL. Kebingungan ini bisa menimbulkan bahaya penyebaran virus Corona di stasiun.
“Kan tidak semua kita cepat paham pembatasan atau penghentian. Ada warga yang datang ke stasiun, tahunya habis waktunya nunggu di stasiun karena kereta lama, lalu malah terjadi penularan,” ujar Zita.
“Kalau ingin pembatasan sosial, ya, hentikan saja (operasional KRL). Biarkan ambulans saja yang jemput kalau ada yang kritis. Kita ingin ini cepat menurun. Kurva masih belum landai,” tambah anggota Fraksi PAN itu.
Zita mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta operasional KRL dihentikan selama PSBB. Dia menyebut, pekerja formal ataupun informal akan sama-sama terkena imbas penghentian KRL.
“Kalau saya dukung Pak Anies minta penghentian saja. Jangan kebanyakan istilah, tetap di rumah saja. Italia itu ribuan orang meninggal karena warganya masih banyak yang ignorance, bodo amat. Sekarang, nyawa banyak orang ada di tangan kita,” sebut Zita.
“Lalu, yang bekerja di sektor informal gimana? Yang formal dan informal, sama pusingnya sekarang. Yang akan bertahan, pasti yang berhasil lihat peluang,” sambungnya
Lebih lanjut, di situasi pandemi Corona, politikus PAN ini berharap televisi nasional bisa memberikan tayangan edukasi untuk masyarakat.
“Jadi, saya ingin TVRI Jakarta bikin acara yang banyak membahas bisnis, skill, dan sebagainya, yang dapat bermanfaat buat warga menemukan peluang baru,” kata Zita.
Seperti diketahui, 5 daerah di Jawa Barat dan DKI Jakarta meminta agar KRL Jabodetabek dihentikan operasionalnya selama PSBB. Namu Kemenhub menolak permintaan itu dan memilih melakukan pembatasan operasional KRL.
-
RIAU18/05/2026 15:43 WIBKorporasi Sawit Raksasa PT Musim Mas Jadi Tersangka, Kerugian Lingkungan Rp187,8 Miliar
-
RIAU18/05/2026 14:47 WIBDukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kota Tinggi Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong
-
NASIONAL18/05/2026 16:00 WIBSengketa Warisan Raden Nangling, Ruri Jumar Saef Bongkar Fakta vs Rekayasa
-
NASIONAL18/05/2026 13:00 WIBPrabowo Tegaskan Penyelewengan MBG Akan Ditindak Tanpa Ampun
-
EKBIS18/05/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Turun Tajam ke Rp2,764 Juta
-
OLAHRAGA18/05/2026 17:30 WIBSelangkah Lagi Persib Bandung Juara Super League
-
EKBIS18/05/2026 18:00 WIBPurbaya: Ekonomi RI Stabil dan Defisit APBN Terkendali
-
POLITIK18/05/2026 14:00 WIBIdham Holik Tegaskan Kampus Kunci Selamatkan Demokrasi RI