Berita
Sempat Tertekan Covid-19, IHSG Mulai Menghijau
AKTUALITAS.ID – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai rebound setelah sempat tertekan akibat Covid-19. Kemudian, ini berdampak pada sejumlah saham emiten properti yang mulai menghijau. Misalnya, saham LPKR pada pekan kemarin bertengger di Rp184,00 atau naik 8,88 persen di banding penutupan sehari sebelumnya. Adapun pada Pada Rabu (27/5) lalu LPKR masih […]
AKTUALITAS.ID – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai rebound setelah sempat tertekan akibat Covid-19. Kemudian, ini berdampak pada sejumlah saham emiten properti yang mulai menghijau.
Misalnya, saham LPKR pada pekan kemarin bertengger di Rp184,00 atau naik 8,88 persen di banding penutupan sehari sebelumnya. Adapun pada Pada Rabu (27/5) lalu LPKR masih di Rp150 per lembar saham.
Analis Oso Sekuritas, Sukarno Alatas menilai LPKR yang memiliki bisnis inti di sektor properti juga kesehatan akan memiliki kinerja positif dalam jangka panjang. Animo di kedua bisnis sektor itu memang cukup baik. Sektor kesehatan dianggap menarik karena merupakan segmen bisnis yang saat ini benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Akan ada peluang kinerjanya bisa lebih baik,” kata Sukarno, di Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Dia mengatakan, kesehatan emiten dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar LPKR menghadapi ketidakpastian ekonomi. Asal bisa memaksimalkan apa yang menjadi target perusahaan dan memanfaatkan dengan baik kondisi penurunan suku bunga dan insentif lain yang ada, dalam jangka panjang kinerja akan tetap positif.
Dia juga menilai kenaikan yang terjadi dalam pergerakan IHSG bersifat technical rebound. Dia menjelaskan, rebound saham ini bersifat jangka pendek dalam merespon pelonggaran PSBB. Pasar merespon positif dengan adanya berlaku new normal yang artinya ekonomi akan terbebas dari negatif.
“Indonesia termasuk bagian negara yang pulih lebih cepat setelah China akibat pandemi ini,” kata dia.
Alatas menyampaikan bahwa capaian kinerja positif sejumlah emiten properti di 2019 tetap harus dilihat secara komprehensif mengingat situasinya pasti terus positif jika tidak terjadi pandemi Covid-19. Kebijakan new normal diharapkan akan meningkatkan kembali kepercayaan investor sehingga kinerja emiten pun menjadi semakin positif.
Yang pasti, pelonggaran pembatasan sosial serta berlakunya kenormalan baru, akan menimbulkan optimisme dan memungkinkan kinerja operasional mal dan sektor properti berangsur pulih. Hal ini sejalan dengan membaiknya konsumsi masyarakat.
-
PAPUA TENGAH29/04/2026 19:30 WIBKepala Suku Amungme Temui Wapres Gibran: Tuntut Keadilan Ekonomi dan Peran di Sektor Tambang
-
NASIONAL30/04/2026 06:00 WIBKemlu: Tak Ada Korban Jiwa Kecelakaan Bus Haji
-
EKBIS29/04/2026 20:00 WIBBapanas: 371 Ribu Ton Beras SPHP Tersalurkan Sejak Awal 2026
-
OASE30/04/2026 05:00 WIBAyat-Ayat Al-Qur’an Tentang Haji yang Wajib Diketahui
-
JABODETABEK30/04/2026 05:00 WIBBMKG: Cuaca Jakarta 30 April Didominasi Hujan Ringan
-
NUSANTARA30/04/2026 08:30 WIBKejari Tetapkan Eks Ketua DPRD Gorontalo Tersangka Korupsi
-
NASIONAL30/04/2026 10:00 WIBJumhur: Mitigasi Kebakaran Hutan Harus Lebih Serius
-
DUNIA30/04/2026 12:00 WIBPanas Mencekik! India Dilanda Suhu Ekstrem Hingga 46,9°C

















