Berita
Usai Hamas Tembakkan Roket Laut, Israel Tutup Jalur Gaza
Israel berencana menutup akses penyeberangan ke Jalur Gaza mulai Selasa (11/8). Penutupan ini dilakukan setelah kelompok militan Hamas menembakkan roket dan balon berisi bahan peledak ke arah selatan Israel. Jalur penyeberangan Kerem Shalom hanya dibuka untuk bantuan kemanusiaan dan distribusi bahan bakar. Unit pertahanan yang mengawasi penyeberangan, COGAT dalam sebuah pernyataan mengatakan penutupan akses penyeberangan […]
Israel berencana menutup akses penyeberangan ke Jalur Gaza mulai Selasa (11/8). Penutupan ini dilakukan setelah kelompok militan Hamas menembakkan roket dan balon berisi bahan peledak ke arah selatan Israel.
Jalur penyeberangan Kerem Shalom hanya dibuka untuk bantuan kemanusiaan dan distribusi bahan bakar.
Unit pertahanan yang mengawasi penyeberangan, COGAT dalam sebuah pernyataan mengatakan penutupan akses penyeberangan ke Jalur Gaza merupakan respons atas peluncuran roket yang terjadi selama sepekan terakhir.
Sumber Israel pada Senin (10/8) mengatakan bahwa beberapa balon berisi bahan peledak mendarat tanpa menimbulkan korban.
Dalam sepekan terakhir Gaza telah tiga kali menerbangkan balon berisi bahan peledak ke Israel dan memicu serangan balasan terhadap Hamas.
Bahan peledak yang diikat ke balon dan layang-layang pertama kali digunakan sebagai senjata di Gaza selama protes massal pada 2018 lalu. Saat itu Gaza meluncurkan sejumlah balon di are perbatasan hingga memicu kebakaran di area pertanian dan pemukiman warga Israel.
Sumber keamanan dan saksi mata Palestina kepada AFP mengatakan bahwa Hamas menembakkan beberapa roket ke laut pada Senin (10/8) setelah terjadi baku tembak dengan Israel selama beberapa hari terakhir.
Roket yang ditembakkan Hamas merupakan ‘pesan’ bahwa kelompok bersenjata itu tidak tinggal diam menghadapi blokade dan agresi Israel.
Hamas dan Israel telah tiga kali berperang sejak 2008. Kedua belah pihak secara sporadis terlibat bentrok dengan saling menembakkan roket, mortir, hingga balon berisi bahan peledak.
Analis Palestina mengatakan serangan balasan yang dilancarkan Gaza kerap menjadi penanda untuk menekan Israel agar memberi lampu hijau untuk bantuan keuangan dari Qatar melalui Jalur Gaza.
-
POLITIK04/07/2026 17:30 WIBSaid Didu Sebut Safari Politik Jokowi Masuk Fase “To Kill or Be Killed” dan Sarat Kepentingan Oligarki
-
RIAU04/07/2026 18:30 WIBBengkalis Tampil Konsisten, Raih Peringkat Kedua MTQ Riau ke-44 di Kuansing
-
NASIONAL04/07/2026 13:00 WIBWaka MPR: Saatnya Indonesia Buktikan Potensi Energi Hijau
-
NUSANTARA04/07/2026 14:30 WIBBMKG: Es Abadi Papua Bisa Lenyap Akhir 2026
-
POLITIK04/07/2026 20:30 WIBRUU Pemilu, DPR akan Temui Ormas dan Partai Non-Parlemen
-
RAGAM04/07/2026 13:30 WIBIlmuwan Waspadai Gelombang Panas Ekstrem dan Dampak Iklim Global
-
NUSANTARA04/07/2026 22:00 WIBAkses Warga Kembali Normal Usai BNPB Bangun Jembatan Darurat di Temanggung
-
OTOTEK04/07/2026 16:30 WIBGunakan Drone untuk Bertani, Produktivitas Pertanian Merauke Meningkat