Berita
Dolar Selasa Pagi Tiarap di Rp 14.680
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini tertekan. Dolar AS pagi ini berada di level Rp 14.680. Kemarin dolar AS berada di level Rp 14.730 Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (22/9/2020). Hingga pukul 09.36 WIB, dolar AS bergerak di rentang Rp 14.680-14.730. Nilai tukar rupiah diprediksi akan berada […]
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini tertekan. Dolar AS pagi ini berada di level Rp 14.680. Kemarin dolar AS berada di level Rp 14.730
Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (22/9/2020). Hingga pukul 09.36 WIB, dolar AS bergerak di rentang Rp 14.680-14.730.
Nilai tukar rupiah diprediksi akan berada di jalur penguatan minggu depan. Ada beberapa faktor yang menopang mata uang Garuda mendominasi dolar Amerika Serikat (AS).
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menerangkan ada faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penguatan rupiah kemarin dan menjadi dasar proyeksi pergerakan besok.
Untuk eksternal datang dari data ketenagakerjaan di AS yang dirilis pada hari Kamis, menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal turun lebih lambat dari yang diharapkan.
Di saat yang sama, data dari pasar perumahan menunjukkan bahwa bagian dari ekonomi mendingin setelah tiga bulan mengalami kenaikan yang sangat kuat.
-
POLITIK04/11/2026 20:00 WIBGerindra Desak Dalang Penyadap Presiden Dibongkar
-
POLITIK05/11/2026 06:00 WIBKubu Gibran Tegas: Mandat Wapres Berlaku Hingga 2029
-
Berita05/11/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Barat dan Pusat Hujan Jam 4 Sore
-
JABODETABEK05/11/2026 07:15 WIBKasus Dugaan Pemerasan Pengusaha, JPU Siapkan Tuntutan Berlapis
-
DUNIA05/11/2026 08:00 WIBDemokrat Sapu Bersih Kongres AS
-
NASIONAL05/11/2026 07:00 WIBTega Sadap Kepala Negara, Listyo Sigit Dicurigai Main Mata dengan Kelompok Tertentu
-
EKBIS04/11/2026 19:25 WIBKRISTAInterFOOD 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara
-
DUNIA04/11/2026 21:00 WIBAnwar: Malaysia Target Perang Siber Israel