Berita
Desa Jerukwangi Diduga Komplek Pemukiman Kuno
AKTUALITAS.ID – Pasca penemuan benda benda yang diduga peninggalan Kerajaan Panjalu, pemerhati sejarah Kabupaten Kediri langsung melakukan survey di lokasi temuan. Berdasarkan pengamatan, kuat dugaan benda benda tersebut berupa lesung, peralatan rumah tangga, gerabah, serta terowongan bawah tanah. Dari temuan itu diindikasikan bahawa, lokasi tersebut merupakan komplek pemukiman yang padat penduduk. Novi Bahrul Munib, pemerhati […]
AKTUALITAS.ID – Pasca penemuan benda benda yang diduga peninggalan Kerajaan Panjalu, pemerhati sejarah Kabupaten Kediri langsung melakukan survey di lokasi temuan. Berdasarkan pengamatan, kuat dugaan benda benda tersebut berupa lesung, peralatan rumah tangga, gerabah, serta terowongan bawah tanah. Dari temuan itu diindikasikan bahawa, lokasi tersebut merupakan komplek pemukiman yang padat penduduk.
Novi Bahrul Munib, pemerhati sejarah Kabupaten Kediri mengatakan, secara kontekstual memang daerah Jerukwangi dan Kandangan banyak ditemukan benda benda bersejarah, terutama temuan dari masa Kerajaan Panjalu, seperti contohnya jobong sumur yang saat ini berada di Balai Desa Kandangan adalah peninggalan masa kerajaan Jayabaya, bahkan berdasar dari laporan Belanda pernah ditemukan Prasasti Kandangan atau yang dikenal dengan Prasasti Kusmala yang saat ini berada di museum Airlangga Kota Kediri.
Dari Prasati Kusmala tersebut didapat informasi menarik yaitu pembangunan Bendungan Kusmala oleh Sanga Panji Pupon, dan karena bandungan itulah mendapatkan manfaat yang besar terhadap kerajaan, yaitu membuat makmur masyarakat di timur Kota Dhaha, sehingga oleh Raja Matahun yang merupakan bangsawan dari Kerajaan Majapahit diberikan anugerah hadiah kepada Sanga Panji Pupon dan masyarakat disekitar bendungan kusmala kaitannya untuk merawat bendungan kusmala. “Atas temuan situs Jerukwangi tersebut ada indikasi berkaitan dengan bendungan kusmala”, ungkap Novi.
Novi menambahkan, kuatnya indikasi keterkaitan penemuan prasasti Kusmala dengan situs Jerukwangi adalah Desa Jerukwangi dan Kandangan berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Konto, sehingga kemungkinan besar bangunan bendungan yang ada hubungan dengan instalasi kearian tersebut berada di sekitar DAS kali konto yang merupakan salah satu instalasi untuk mengendalikan aliran sungai konto untuk dimanfaatkan masyarakat yang backgroundnya saat itu adalah petani.
Sementara dilihat dari indikator lain berupa temuan keramik, ada indikasi masa kerajaan Majapahit, dan Panjalu sehingga kemungkinan pemukiman di Jerukwangi tersebut berada dari masa Panjalu diteruskan masa Majapahit akhir dan itu bisa dibuktikan dari temuan prasasti atau angka tahun yang ada di sekitar Jerukwangi dan Kandangan, dan untuk temuan terowongan yang berada di bawah temuan struktur bata, sehingga diyakini terowongan tersebut ada dua kemungkinan fungsinya, yakni sebagai drainase pemandian dari pemukinan serta untuk sarana irigasi pertanian. [beritajatim]
-
RIAU03/09/2026 17:00 WIBSatresnarkoba Polres dan Polsek Bengkalis Telusuri Sabu dari Homestay, 15 Paket Ditemukan Pemasok Masih Diburu
-
POLITIK03/09/2026 16:00 WIBNasib Gibran Tersisa 7 Hari, Denny Bersiap Tempuh Jalur MK
-
NASIONAL03/09/2026 19:00 WIBKemenkop Bantah Anggaran Rp103 Miliar Khusus untuk Podcast
-
NUSANTARA03/09/2026 15:02 WIBDiduga Gelapkan Rp2,14 Miliar Dana Nasabah, Manager BRI Lubuklinggau Jadi Tersangka
-
NASIONAL03/09/2026 20:00 WIBKronologi Keracunan MBG di Tanggulangin: Dimasak Subuh, Makanan Tiba di Sekolah Menjelang Siang
-
NUSANTARA03/09/2026 14:29 WIBKejari Lubuklinggau Musnahkan Barang Bukti Inkrah, Ganja hingga Sajam
-
NUSANTARA03/09/2026 19:30 WIBDinkes Sidoarjo Catat 664 Korban Keracunan MBG, 77 Pasien Masih Dirawat Intensif
-
RIAU03/09/2026 12:00 WIBUngkap Peredaran Ribuan Ekstasi, AKP Noki Loviko: Polisi Telusuri Mata Rantai Jaringan Narkoba