Berita
Kasus Covid-19 Melonjak, Korsel Ketatkan Aturan Jaga Jarak
Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menaikkan status waspada virus corona (Covid-19) ke level tertinggi kedua untuk kota Seoul dan sekitarnya pada Minggu (6/12). Hal ini disusul penerapan sejumlah aturan guna menahan penyebaran kasus baru Covid-19. Melansir AFP, pemerintah Korea Selatan menemukan 631 kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Minggu (6/12). Hal ini menjadikan jumlah kasus […]
Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menaikkan status waspada virus corona (Covid-19) ke level tertinggi kedua untuk kota Seoul dan sekitarnya pada Minggu (6/12). Hal ini disusul penerapan sejumlah aturan guna menahan penyebaran kasus baru Covid-19.
Melansir AFP, pemerintah Korea Selatan menemukan 631 kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Minggu (6/12). Hal ini menjadikan jumlah kasus positif secara keseluruhan mencapai 37.000 orang.
Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan, temuan ini sebagian besar berasal dari area Seoul. Kendati menurut standar global angka tersebut tergolong rendah, kenaikan tersebut telah membuat khawatir pihak berwenang yang disusul telah memperketat protol kesehatan termasuk penerapan jaga jarak fisik atau physical distancing.
“Kami sedang menghadapi krisis terbesar dalam melawan pandemi Covid-19,” kata PM Korsel Chung Sye-kyun.
Adapun soal aturan jaga jarak yang aman, warga diimbau tidak berkerumun di tempat umum. Warga yang kedapatan melakukan pertemuan lebih dari 50 orang akan dipidana, sementara pertandingan olahraga untuk sementara diadakan tertutup tanpa penonton.
Pemerintah juga mengimbau aktivitas jual beli makanan di restoran hanya boleh dilakukan untuk pembelian yang langsung dibawa pulang dan membatasi jam operasional hanya sampai pukul 9 malam. Namun layanan pesan antar tetap bisa berjalan.
Pemerintah menegaskan aturan ini akan diberlakukan hingga akhir tahun.
Sebelumnya, Korea Selatan sempat menjadi negara dengan kasus corona tertinggi kedua setelah China pada awal masa penyebaran virus Corona. Meskipun demikian mereka tidak pernah memberlakukan penguncian wilayah secara besar seperti dilakukan sebagian besar negara di Eropa.
Keberhasilan Korsel dalam menekan angka Covid-19 tanpa menerapkan lockdown menjadi panutan beberapa negara untuk memerangi virus ini. Pihak Korsel menyatakan keberhasilan itu ditunjang oleh kesadaran warga yang tinggi dalam menaati aturan pemerintah seperti menjaga jarak dan aturan lainnya, salah satunya rutin mengenakan masker.
-
RIAU29/07/2026 00:01 WIBPolisi Tahan Tengku Fauzi dalam Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Satpol PP
-
RIAU28/07/2026 23:00 WIBBupati Kasmarni Raih Penghargaan pada Milad ke-51 MUI Bengkalis
-
DUNIA28/07/2026 20:30 WIBKim Yo Jong: ASEAN Jangan Jadi Alat Kepentingan AS
-
OTOTEK28/07/2026 21:00 WIBHarga Terjangkau, MacBook Neo 2 Dipastikan Bakal Lebih Ngebut
-
EKBIS28/07/2026 23:25 WIBPRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 60 Brand Global dan Peluang Bisnis Industri AVL
-
POLITIK29/07/2026 11:00 WIBBawaslu: Ancaman Terbesar Pemilu Kini Bukan Lagi di TPS
-
FOTO29/07/2026 17:00 WIBFOTO: Kampanye Pariwisata Malaysia di Rangkaian KAI Commuter
-
OLAHRAGA28/07/2026 21:30 WIBChelsea vs AC Milan, Luka Modric dan Cole Palmer Siap Tampil di Stadion GBK

















