Berita
Nato Kerahkan 10 Kali Jet Tempur untuk Cegat Masuk Bomber Rusia
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengerahkan jet tempur hingga 10 kali untuk melacak dan mencegah pesawat militer Rusia yang terbang di atas Laut Utara, Laut Hitam dan Laut Baltik, Senin (29/3). Aktivitas jet tempur dan bomber Rusia di langit Eropa terjadi pada hari yang sama ketika Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara mengaku melacak pesawat Rusia […]
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengerahkan jet tempur hingga 10 kali untuk melacak dan mencegah pesawat militer Rusia yang terbang di atas Laut Utara, Laut Hitam dan Laut Baltik, Senin (29/3).
Aktivitas jet tempur dan bomber Rusia di langit Eropa terjadi pada hari yang sama ketika Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara mengaku melacak pesawat Rusia di lepas pantai Alaska.
“Pesawat NATO mencegat enam kelompok berbeda dari pesawat militer Rusia di dekat wilayah udara aliansi dalam waktu kurang dari enam jam,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN.
Tak satu pun dari pesawat Rusia memasuki wilayah udara nasional negara-negara NATO di Eropa dan intersepsi dianggap aman.
F-16 Norwegia langsung bergerak setelah radar mendeteksi dua pesawat militer Rusia di dekat garis pantai mereka.
Norwegia mencegat dua pembom Tu-95 Bear yang terbang ke selatan di atas Laut Utara.
“Mencegat beberapa kelompok pesawat Rusia menunjukkan kesiapan dan kemampuan pasukan NATO untuk menjaga langit sekutu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun,” kata Wakil Kepala Operasi Staf di Komando Udara Sekutu Brigadir Jenderal Andrew Hansen.
Manuver Rusia itu juga mendorong Inggris untuk mengirim pesawat Typhoon. Begitu juga Belgia yang mengerahkan jet tempur F-16.
F-16 Norwegia kemudian mencegat dua pembom Tu-160 di perairan internasional di dekatnya.
Kemudian secara terpisah, radar NATO juga mendeteksi tiga pesawat militer Rusia di dekat wilayah udara sekutu di Laut Hitam yang dilacak oleh pesawat tempur Turki, Rumania, dan Bulgaria sampai mereka meninggalkan daerah tersebut.
Pesawat NATO dikerahkan lebih dari 400 kali pada 2020 untuk mencegat pesawat tak dikenal. Dari jumlaj itu, sekitar 90 persen menanggapi penerbangan pesawat Rusia.
NATO mengatakan penerbangan Rusia sering menimbulkan risiko bagi lalu lintas udara sipil di Eropa karena mereka sering terbang tanpa mengirimkan kode transponder yang menunjukkan posisi dan ketinggian.
Selain itu, mereka tidak mengajukan rencana penerbangan atau berkomunikasi dengan pengawas lalu lintas udara.
CNN pada Sabtu melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang bersiap untuk melakukan permainan perang rahasia musim panas ini di mana fokus utama dari skenario adalah bagaimana mereka harus menanggapi tindakan agresif dan langkah tak terduga oleh China dan Rusia.
Pada pertemuan NATO di Brussel pekan lalu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyebut Rusia telah melakukan tindakan sembrono dan bermusuhan. Dia menilai Moskow telah membangun kekuatan, latihan skala besar dan tindakan intimidasi, di Baltik dan Laut Hitam.
-
NASIONAL07/07/2026 07:00 WIBHeboh! Anak Menteri PU Masuk Rombongan Kunker ke New York
-
NASIONAL07/07/2026 13:00 WIBFernando Emas Desak Dody Hanggodo Minta Maaf
-
RIAU07/07/2026 00:30 WIBBupati Tutup Bengkalis Durian Fest 2026, Dorong Durian Lokal Jadi Destinasi Wisata
-
JABODETABEK07/07/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Kondisi Cuaca Jakarta 7 Juli 2026
-
NASIONAL07/07/2026 14:47 WIBKejari Jabar Diminta Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Helikopter oleh KPU
-
OASE07/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bahas Perjuangan Ibu Melahirkan
-
RAGAM07/07/2026 14:30 WIBErupsi Anak Krakatau Hantam Wisata Selat Sunda
-
NASIONAL07/07/2026 19:44 WIBLonjakan Harta Zita Anjani, AHY, dan Ibas di LHKPN Berujung Desakan Audit dan Laporan ke KPK