Berita
Demi Keamanan, Prancis Minta Warganya Tinggalkan Afghanistan
Prancis meminta warganya untuk meninggalkan Afghanistan demi keamanan menyusul adanya serangan kelompok Taliban setelah Amerika Serikat-NATO menarik pasukannya dari negara tersebut.Hal itu disampaikan oleh Kedutaan Besar Prancis di Kabul pada Selasa, (14/7). “Pemerintah akan menyediakan penerbangan khusus pada 17 Juli pagi, pemberangkatan dari Kabul, untuk memungkinkan kembalinya seluruh warga ke Perancis,” ujar Kedutaan Prancis dalam pernyataan resminya, mengutip […]
Prancis meminta warganya untuk meninggalkan Afghanistan demi keamanan menyusul adanya serangan kelompok Taliban setelah Amerika Serikat-NATO menarik pasukannya dari negara tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Kedutaan Besar Prancis di Kabul pada Selasa, (14/7).
“Pemerintah akan menyediakan penerbangan khusus pada 17 Juli pagi, pemberangkatan dari Kabul, untuk memungkinkan kembalinya seluruh warga ke Perancis,” ujar Kedutaan Prancis dalam pernyataan resminya, mengutip AFP.
Dari pernyataan itu dikatakan pula bahwa penerbangan tersebut bebas biaya atau gratis.
“Kantor Kedutaan Prancis secara resmi merekomendasikan seluruh warga Perancis untuk memesan penerbangan khusus atau meninggalkan negara (Afghanistan) sesegera mungkin dengan cara mereka sendiri,” ucap pernyataan itu.
Prancis, menyusul India dan China yang lebih dulu meminta warganya meninggalkan atau mengevakuasi mereka dari Afghanistan.
Kantor Kedutaan Prancis mengatakan tidak bisa memastikan keamanan warga negaranya jika mereka berangkat di luar tanggal 17 Juli.
Taliban diketahui terus melakukan serangan sejak awal Mei saat AS dan NATO mulai menarik pasukan mereka.
Kelompok ini telah merebut sebagian wilayah di utara. Taliban mengklaim mengambil alih 85 persen wilayah termasuk di jalur perbatasan antar negara.
Warga yang tinggal di wilayah kekuasaan kelompok itu memilih kabur untuk menyelamatkan diri. Pada hari Rabu (14/7) sebanyak 400 orang melarikan diri ke Pakistan.
Tak lama kemudian, 347 warga Afghanistan juga melarikan diri ke Tajikistan untuk menghindari kekerasan yang dilakukan Taliban.
Sementara pemerintah, hanya menguasai sedikit wilayah di Ibu kota. Itu pun, jika ingin memasok kebutuhan harus melalui udara
-
EKBIS15/09/2026 09:30 WIBIHSG Jeblok! 3 Saham Bank Jumbo Ikut Terseret
-
NASIONAL15/09/2026 16:00 WIBJurnalis Hilang, Pencarian Tembus Bengkulu
-
POLITIK15/09/2026 14:00 WIBGolkar Angkat Suara soal OTT Fahd
-
NASIONAL15/09/2026 07:00 WIBFahd Arafiq hingga Eks Bupati Kebumen Masuk OTT KPK
-
DUNIA15/09/2026 15:00 WIBIRGC Klaim Tembak Jatuh Drone AS di Selat Hormuz
-
RIAU15/09/2026 15:30 WIBPolisi Bongkar 82 Kasus Narkoba
-
NUSANTARA15/09/2026 14:30 WIBKabut dan Asap Turunkan Jarak Pandang hingga 1 Km di Sumut
-
NUSANTARA15/09/2026 12:30 WIBPuluhan Siswa MTsN Pariaman Keracunan Massal

















