Berita
Komnas HAM Nilai Penanganan Kasus Penembakan Pendeta Yeremia Belum Ideal
AKTUALITAS.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai penanganan kasus Pendeta Yeremia Zanambani belum ideal. Pasalnya, anggota TNI yang terlibat dalam penembakan masih diproses di peradilan militer, bukan pengadilan umum. “Mungkin [proses hukumnya] belum ideal, karena yang dilakukan sekarang belum sampai pidana umum, masih di mahkamah militer,” Ketua Komnas HAM Taufan Damanik dalam […]
AKTUALITAS.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai penanganan kasus Pendeta Yeremia Zanambani belum ideal. Pasalnya, anggota TNI yang terlibat dalam penembakan masih diproses di peradilan militer, bukan pengadilan umum.
“Mungkin [proses hukumnya] belum ideal, karena yang dilakukan sekarang belum sampai pidana umum, masih di mahkamah militer,” Ketua Komnas HAM Taufan Damanik dalam diskusi daring, Senin (14/12/2021).
Meski begitu, Taufan mengapresiasi sikap TNI karena telah menerima hasil investigasi Komnas HAM. Ia juga menyebut pihak terkait tak menolak untuk diproses hukum.
Dia menilai sikap tersebut sebuah kemajuan. Sebab, anggota TNI yang terlibat dalam kekerasan atau pembunuhan kerap menyangkal hasil temuannya.
“Kasus pendeta Yeremia yang diinvestigasi oleh Komnas HAM harus diapresiasi karena tidak ada penolakan dari pihak TNI, mereka mengakui dan bersedia diproses secara hukum,” ucapnya.
“At least, ada langkah, kalau dulu ada denial, kalau sekarang mengakui,” imbuhnya.
Sebelumnya, hasil investigasi Komnas HAM menyebut pendeta Yeremia meninggal karena kehabisan darah akibat luka tembak dalam jarak dekat. Selain itu, ada potensi body contact, potensi tindakan fisik sebelum kematian atau bahkan di antara penembakan itu.
Hasil investigasi itu juga menemukan bahwa terduga pelaku penembakan Pendeta Yeremia adalah Wakil Danramil Hitadipa, Alpius.
Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan pengakuan Yeremia sebelum meninggal kepada dua orang saksi. Serta pengakuan saksi-saksi lain yang melihat Alpius berada di sekitar kandang babi, tempat di mana Yeremia mengembuskan napas terakhir kali.
“Diduga bahwa pelaku adalah Alpius, Wakil Danramil Hitadipa,” kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam saat dikonfirmasi melalui keterangan resminya, Kamis (5/11).
-
NASIONAL30/10/2026 04:09 WIBDari Kwitang, SDI Himpun Tokoh Penting Demi Indonesia Emas
-
NUSANTARA29/10/2026 14:30 WIBKebakaran di Lereng Gunung Agung Hanguskan 18 Hektare Hutan
-
POLITIK29/10/2026 13:00 WIBPKS Mau Bahas Ijazah Gibran di DPR, NasDem Pilih Tunggu Komando Surya Paloh
-
NUSANTARA29/10/2026 22:00 WIBBNPB: Kalbar 391 Ha, Kalsel 35 Ha Masih Terbakar
-
NASIONAL29/10/2026 19:00 WIBKemenag Masukkan Materi Anti-LGBTQ ke Sekolah
-
POLITIK29/10/2026 14:00 WIBSufmi Dasco Ahmad Ungkap Empat Agenda Legislasi DPR
-
EKBIS29/10/2026 13:30 WIBTeh Botol Sosro Investigasi Video Viral Dugaan Produk Berisi Sabun
-
DUNIA29/10/2026 21:00 WIBGertak AS! Mojtaba Khamenei Beberkan Syarat Perang Berakhir