Berita
Microsoft PHK Besar-besaran, 1.900 Pekerja Bakal Kehilangan Pekerjaan
AKTUALITAS.ID – Microsoft akan memberhentikan 1.900 karyawan di Activision Blizzard dan Xbox minggu ini, demikian diumumkan pada Kamis (25/1), merupakan pengurangan terbaru di sektor teknologi yang telah memperpanjang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran selama beberapa tahun terakhir hingga tahun 2024.
The Verge adalah orang pertama yang melaporkan berita tentang PHK terbaru yang dilakukan Microsoft. Demikian disiarkan Reuters, Jumat (26/1) waktu setempat.
Berita ini muncul beberapa bulan setelah Microsoft menyelesaikan kesepakatan senilai 69 miliar dolar AS (Rp1,08 kuadriliun) untuk Activision Blizzard, meningkatkan pengaruhnya di pasar video game dengan judul-judul terlaris, termasuk “Call of Duty”, untuk bersaing lebih baik dengan pemimpin industri Sony.
“Pengumuman Microsoft bahwa mereka akan memberhentikan 1.900 pekerja video game memperjelas bahwa, bahkan ketika Anda bekerja di perusahaan sukses dalam industri yang sangat menguntungkan, penghidupan Anda tidak akan terlindungi tanpa suara dalam pekerjaan,” kata Communications Workers of America (CWA)
“Kami akan terus mendukung para pekerja di Microsoft dan seluruh industri video game yang ingin memiliki suara serikat pekerja dalam pekerjaan mereka,” tambahnya.
Beberapa perusahaan besar lainnya seperti Alphabet, Amazon.com dan ebay juga telah memberhentikan ribuan stafnya dalam beberapa pekan terakhir untuk menurunkan biaya dan meningkatkan profitabilitas.
Secara keseluruhan, lebih dari 21.000 pekerja telah dipecat di 76 perusahaan teknologi pada bulan Januari, menurut situs pelacakan Layoffs.fyi.
Sektor teknologi kehilangan 168.032 pekerjaan pada tahun 2023 dan menyumbang jumlah PHK tertinggi di seluruh industri, menurut laporan Challenger, Gray dan Christmas awal bulan ini. Itu termasuk lebih dari 10.000 pemangkasan di Microsoft.
Para analis dan pakar industri memperkirakan akan lebih sedikit PHK pada tahun ini, karena perusahaan-perusahaan yang berlomba mengejar ketertinggalan di sektor kecerdasan buatan (AI) kemungkinan besar akan melakukan perampingan untuk mengimbangi miliaran dolar yang mereka keluarkan untuk teknologi tersebut. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
NASIONAL28/09/2026 06:00 WIBTelinga Robek Disiksa Senior, Anak Wamen Inisial DAS Diduga Dalang Bullying di ICM
-
NASIONAL28/09/2026 10:00 WIBLapas Cibinong Heboh, DPR Minta Semua Lapas Diperiksa
-
NASIONAL28/09/2026 07:00 WIBPengamat Ingatkan Bahaya Tersembunyi di RUU Perampasan Aset
-
JABODETABEK28/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Mayoritas Cerah Senin
-
JABODETABEK28/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Senin 28 September
-
NUSANTARA28/09/2026 07:30 WIBKapal Pinisi Yukai Bawa Turis Terbalik di Labuan Bajo
-
POLITIK28/09/2026 11:00 WIB8 Parpol Nonparlemen Kompak Usul PT 1 Persen
-
NUSANTARA28/09/2026 08:30 WIBBanjir Setinggi Dada Orang Dewasa Rendam Tapteng

















