Berita
Menlu Turki: Banyaknya Pengakuan terhadap Palestina akan Mengucilkan Israel
AKTUALITAS.ID – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyatakan bahwa semakin banyak negara yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka akan semakin mengisolasi Israel dan sekutu-sekutunya. Pernyataan ini disampaikan Fidan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil di Ankara pada hari Kamis (23/5).
“Meningkatnya jumlah negara yang mengakui Palestina, khususnya di Eropa, semakin mengisolasi Israel dan para pendukungnya,” kata Fidan.
Konferensi pers ini diadakan setelah pertemuan keempat Komisi Kerja Sama Turki-Venezuela, di mana Fidan menekankan pentingnya pengakuan sah terhadap Palestina dan mendesak tindakan segera untuk menghentikan kekerasan oleh Israel.
“Sudah waktunya bagi komunitas internasional untuk mengesampingkan sikap diamnya dan mengambil langkah-langkah untuk menghentikan genosida yang dilakukan oleh rezim rasis dan fundamentalis Israel, baik secara diplomatis maupun melalui implementasi keputusan yang diambil,” ujar Fidan.
Dalam pertemuan dengan Gil, Fidan menyoroti kerjasama antara Turki dan Venezuela dalam isu Gaza serta posisi mereka di platform internasional. “Kami memiliki pandangan yang sama dengan Venezuela mengenai Gaza,” tambah Fidan. “Kami bertindak dengan cara yang sama. Kami juga mengambil sikap bersama di platform internasional. Kami telah memutuskan untuk melanjutkan upaya bersama kami untuk menghentikan pembantaian di Gaza dan mengakui negara Palestina.”
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, dalam kesempatan yang sama, mengecam keras tindakan Israel di Palestina dan menggambarkannya sebagai “genosida.” Gil menegaskan kembali dukungan Venezuela terhadap Palestina dan menekankan hubungan yang kuat dan bersahabat antara Venezuela dan Turki.
“Venezuela dengan tegas mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan bebas. Kami menentang genosida yang dilakukan terhadap rakyat Palestina dan menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan ini,” kata Gil. Dia juga menyoroti dukungan jangka panjang Venezuela terhadap otonomi dan kemerdekaan Palestina.
“Kami percaya Palestina harus diakui sebagai negara otonom,” tegas Gil, seraya mendesak tindakan internasional untuk menjamin keadilan dan perdamaian bagi Palestina. Gil juga berharap negara-negara di dunia bergerak untuk mengakhiri kekerasan di Gaza dan mencapai perdamaian bagi rakyat Palestina.
Israel telah melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera di wilayah tersebut. Sedikitnya 35.800 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, telah tewas dan lebih dari 80.200 lainnya terluka sejak serangan balasan Israel atas kelompok Hamas pada Oktober lalu.
Sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat serangan tersebut, dan Israel memblokade akses terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan. Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang memerintahkan agar pasukan Israel memastikan tidak melakukan tindakan genosida dan menjamin bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
NASIONAL07/07/2026 07:00 WIBHeboh! Anak Menteri PU Masuk Rombongan Kunker ke New York
-
NASIONAL07/07/2026 13:00 WIBFernando Emas Desak Dody Hanggodo Minta Maaf
-
JABODETABEK07/07/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Kondisi Cuaca Jakarta 7 Juli 2026
-
OASE07/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bahas Perjuangan Ibu Melahirkan
-
RAGAM07/07/2026 14:30 WIBErupsi Anak Krakatau Hantam Wisata Selat Sunda
-
NASIONAL07/07/2026 14:47 WIBKejari Jabar Diminta Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Helikopter oleh KPU
-
JABODETABEK07/07/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Hadir di 5 Lokasi
-
NASIONAL07/07/2026 16:00 WIBRUU Keaman Siber Beri Peran Penyidikan bagi TNI, Ini Kata Komisi I