DUNIA
Iran Larang Penggunaan Pager dan Walkie-Talkie di Semua Penerbangan
AKTUALITAS.ID – Iran telah melarang penggunaan pager dan walkie-talkie di semua penerbangan, sebagai langkah keamanan baru yang diberlakukan setelah serangan sabotase mematikan di Lebanon. Kebijakan ini diumumkan oleh Jafar Yazerlo, juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, pada (12/10/2024), dan mengizinkan hanya penggunaan ponsel di dalam kabin pesawat.
Larangan ini diterapkan beberapa minggu setelah serangan yang dituduhkan dilakukan oleh Israel, menargetkan anggota Hizbullah yang bersekutu dengan Iran, yang menyebabkan ledakan fatal pada perangkat komunikasi tersebut dan menewaskan setidaknya 39 orang serta melukai hampir 3.000 orang. Serangan ini juga melibatkan Duta Besar Teheran untuk Lebanon, Mojtaba Amani.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, terutama setelah konflik yang berkepanjangan di Gaza. Sebelumnya, maskapai Emirates juga menerapkan larangan serupa untuk perangkat komunikasi di pesawatnya. Banyak maskapai penerbangan kini menghentikan penerbangan ke Iran, menyusul serangan rudal yang diluncurkan Teheran ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin militan yang mendukung Iran.
Dengan situasi yang semakin memanas, Iran menekankan pentingnya langkah-langkah keamanan ini untuk melindungi penumpang dan mencegah potensi ancaman di udara. (Yan Kusuma)
-
NASIONAL12/08/2026 14:00 WIBMabes TNI Bantah Ambil Alih Keamanan
-
NUSANTARA12/08/2026 15:15 WIBTak Nikmati Keuntungan, Enam Terdakwa Kasus Tanjung Perak Minta Dibebaskan
-
NUSANTARA12/08/2026 08:30 WIBDana Desa Belum Beres, Massa Bakar Kantor Pemerintah
-
JABODETABEK12/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Polda Metro Jaya Buka 08.00–14.00
-
JABODETABEK12/08/2026 12:30 WIBPolisi Bekasi Tangkap Debt Collector Brutal
-
NUSANTARA12/08/2026 07:30 WIBPanik Diteriaki Korban, Maling Apes Terpental dan Tewas di Tempat
-
NASIONAL12/08/2026 13:00 WIBTanpa Sekat, KPU dan Wartawan Satu Arena
-
POLITIK12/08/2026 07:00 WIBWartawan Disemprot, Benny Harman Kini Minta Maaf

















