DUNIA
Pantau Pergerakan Kapal Selam Rusia, Inggris dan Norwegia Bentuk Armada Gabungan
AKTUALITAS.ID – Menteri Pertahanan Inggris John Healey dan Menteri Pertahanan Norwegia Tore O. Sandvik dijadwalkan akan menandatangani perjanjian pertahanan di 10 Downing Street sebelum bertolak ke Portsmouth untuk bertemu Koalisi Kapabilitas Maritim Inggris–Norwegia, yang mendukung kebutuhan pelatihan dan peralatan angkatan laut Ukraina.
Inggris dan Norwegia, mengumumkan perjanjian pertahanan bersejarah yang memungkinkan kedua negara mengoperasikan armada gabungan untuk melacak kapal selam Rusia dan melindungi infrastruktur bawah laut penting di Atlantik Utara.
Pengumuman itu disampaikan bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store ke London, Kamis (4/12/2025).
Perjanjian yang dinamakan Lunna House Agreement tersebut digambarkan sebagai yang pertama di dunia.
Di bawah skema ini, Angkatan Laut Inggris dan Angkatan Laut Norwegia akan bekerja sebagai satu kesatuan dengan memanfaatkan armada kapal fregat anti-kapal selam Type 26 buatan Inggris yang dapat dipertukarkan, kata pemerintah Inggris dalam pernyataannya.
Armada gabungan itu akan terdiri atas delapan kapal Inggris dan sedikitnya lima kapal Norwegia, yang juga didukung oleh sistem otonom.
Kesepakatan ini muncul setelah pemerintah Inggris melaporkan peningkatan 30 persen aktivitas kapal Rusia yang dianggap mengancam perairan Inggris dalam dua tahun terakhir.
“Di tengah ketidakstabilan global yang mendalam, ketika semakin banyak kapal Rusia terdeteksi di perairan kami, kami harus bekerja dengan mitra internasional untuk melindungi keamanan nasional. Perjanjian bersejarah dengan Norwegia ini memperkuat kemampuan kami menjaga perbatasan serta infrastruktur vital yang menjadi sandaran kedua negara.”
“Melalui kerja sama angkatan laut di Atlantik Utara, kami meningkatkan keamanan, mendukung ribuan pekerjaan di Inggris, dan menampilkan kemampuan industri perkapalan kami di panggung global,” tulis pernyataan tersebut.
Di bawah pengaturan baru ini, armada fregat gabungan akan berpatroli di celah strategis Greenland–Islandia–Inggris untuk menjaga kabel dan pipa bawah laut yang membawa komunikasi, listrik, dan gas.
Kedua angkatan laut akan berbagi pemeliharaan, teknologi, dan peralatan untuk memastikan pengerahan cepat.
Perjanjian tersebut juga mencakup partisipasi Inggris dalam program Norwegia mengembangkan kapal induk bagi sistem perang ranjau nirawak dan sistem bawah laut, serta pelatihan Royal Marines sepanjang tahun di Norwegia.
Selain itu, disepakati pula penggunaan rudal serang laut Norwegia oleh Angkatan Laut Inggris, kolaborasi lebih dalam pada torpedo Sting Ray, latihan perang gabungan, serta upaya bersama memimpin penggunaan sistem otonom NATO di kawasan utara.
(Yan Kusuma/goeh)
-
RIAU30/06/2026 20:45 WIBMTQ Riau 2026, Kafilah Bengkalis Raih Dua Gelar Juara Sekaligus
-
FOTO30/06/2026 19:30 WIBFOTO: Dukungan Terdakwa Nadiem Makarim dari Driver Gojek
-
POLITIK30/06/2026 16:00 WIBPengamat: Rivalitas Jokowi dan PDIP Kian Terbuka Jelang 2029
-
FOTO30/06/2026 21:23 WIBFOTO: KPK Periksa Mantan Menpora Ario Bimo
-
FOTO30/06/2026 20:20 WIBFOTO: Ketum PP Diperiksa KPK Terkait TPPU Pertambangan
-
POLITIK30/06/2026 17:15 WIBSafari Politik Jokowi Dinilai Langkah Taktis untuk Besarkan PSI
-
EKBIS30/06/2026 17:40 WIBLaba Naik 41 Persen, Dwi Shri Farmindo Tbk Tahan Dividen Demi Ekspansi Bisnis
-
JABODETABEK30/06/2026 18:30 WIBGubernur Pramono Anung akan Bangun JPO di Rasuna Said dengan Konsep Gembok Cinta

















