DUNIA
Israel Bersiap Hadapi Pertempuran Baru di Gaza Meski Ada Gencatan Senjata
AKTUALITAS.ID – Situasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas kembali berada di titik rawan. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dilaporkan telah memerintahkan militer Israel untuk bersiap menghadapi kemungkinan pertempuran sengit di Jalur Gaza, Palestina.
Langkah ini muncul di tengah proses gencatan senjata sementara dan perundingan menuju perdamaian permanen yang saat ini masih berlangsung dengan mediasi Amerika Serikat. Meski demikian, sinyal eskalasi kembali mencuat dari pihak keamanan Israel.
Laporan Al Jazeera yang mengutip The Jerusalem Post menyebutkan bahwa aparat keamanan Israel sejauh ini belum menerima instruksi resmi dari pimpinan politik terkait pembukaan kembali pos perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir.
Seorang sumber keamanan Israel mengatakan, peluang pelonggaran akses barang dan bantuan ke Jalur Gaza saat ini sangat kecil. Menurutnya, langkah tersebut dapat dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap proses rekonstruksi Gaza, sementara tuntutan utama Israel belum dipenuhi.
Tuntutan tersebut mencakup pengembalian jenazah Sersan Mayor Ran Gvili, yang disebut sebagai tawanan Israel terakhir, serta demiliterisasi Jalur Gaza dan pelucutan senjata Hamas.
Pejabat Israel berulang kali menegaskan bahwa setiap pelonggaran pembatasan di Gaza akan bergantung pada kemajuan signifikan dalam isu-isu tersebut. Hingga kini, belum ada kesepakatan konkret yang memenuhi syarat tersebut.
Konflik Israel–Hamas di Jalur Gaza telah berlangsung selama bertahun-tahun dan ditandai dengan serangan udara Israel serta tembakan roket dari Hamas, yang menimbulkan korban di kedua belah pihak.
Di sisi lain, Jalur Gaza menghadapi krisis kemanusiaan berat akibat blokade berkepanjangan, rusaknya infrastruktur, serta terbatasnya akses bantuan internasional. Sejak Mei 2024, militer Israel menutup akses keluar-masuk warga Palestina melalui perlintasan Rafah.
Padahal, Rafah merupakan satu-satunya pintu masuk dari Mesir ke Gaza yang memungkinkan pergerakan pekerja kemanusiaan dan truk bantuan, termasuk pasokan makanan, obat-obatan, logistik medis, dan bahan bakar.
Di wilayah yang kerap mengalami pemadaman listrik dan kekurangan air bersih, keberadaan perlintasan Rafah menjadi penentu kelangsungan hidup jutaan warga Gaza. Ketidakpastian nasib perbatasan ini pun memperbesar kekhawatiran akan memburuknya kondisi kemanusiaan jika konflik kembali memanas. (Mun)
-
NASIONAL30/10/2026 04:09 WIBDari Kwitang, SDI Himpun Tokoh Penting Demi Indonesia Emas
-
NASIONAL29/10/2026 19:00 WIBKemenag Masukkan Materi Anti-LGBTQ ke Sekolah
-
NUSANTARA29/10/2026 22:00 WIBBNPB: Kalbar 391 Ha, Kalsel 35 Ha Masih Terbakar
-
EKBIS30/10/2026 09:30 WIBIHSG Terjun Bebas Hingga Sentuh Level 4.979
-
DUNIA29/10/2026 21:00 WIBGertak AS! Mojtaba Khamenei Beberkan Syarat Perang Berakhir
-
EKBIS30/10/2026 10:00 WIBGeopolitik Global Memanas, Pertamina Perkuat Pasokan Minyak Mentah dan BBM
-
RIAU30/10/2026 04:30 WIBSapu Bersih Narkoba, Petinggi Polres Bengkalis Jalani Tes Urine Mendadak
-
DUNIA29/10/2026 18:00 WIBHouthi Klaim Tembak Rudal ke Kemenhan & Kilang Minyak Terbesar Saudi